Siswa MAN 2 Yogya Olah Limbah Biji Alpukat jadi Mie Instant

(Yogyakarta-MAN 2 YK)Mie instant merupakan makanan yang banyak di konsumsi oleh masyarakat indonesia karena rasanya yang enak dan mudah dimasak. Akan tetapi masyarakat tidak menyadari bahaya ketika terlalu sering mengkonsumsinya. Salah satu bahaya yaitu mempercepat obesitas. Hal tersebut yang melatar belakangi dua siswa MAN 2 Yogyakarta, Aura Nilam Sari dan Hanifah Noor membuat inovasi mie instant sehat dari biji alpukat.

Nilam Sari menjelaskan bahwa masyarakat biasanya hanya memanfaatkan daging buahnya saja sedangkan bijinya dibuang. Padahal dalam limbah biji alpukat mengandung 23% karbohidat dan vitamin lainnya. “Oleh karena itu kami mengolahnya menjadi mie instant sehat,” kata nilam ketika ditemui di madrasah (6/4)

Noor Hanifah menambahkan jika inovasi ini diberi nama Mei Baper Camill yang memiliki akronim Mie Reinbow Persia American Mill. Dimana Rainbow karena mie ini kami buat dalam aneka warna dan Persia American Mill merupakan nama latin dari buah Alpukat.  “Alhamdulillah inovasi yang kami kembangkan ini berhasil masuk sepuluh besar Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Universitas Islam Indonesia (UII) 2017 pada 3 April,” ungkap Noor

“Mie Baper Camill yang unik dan inovasi ini kami buat dengan lima macam varian warna. Lima macam warna tersebut yaitu merah, ungu, kuning, hijau, dan orange. Semua varian warna ini dengan menggunakan pewarna alami dari buah dan sayur. Selain itu mie ini juga tidak menggunakan pengawet dan MSG jadi dijamin sehat,” ujarnya.

Drs. H. In Amullah, MA selaku kepala madrasah merasa bahagia dan bangga ketika mengetahui hasil inovasi siswa MAN 2 Yogyakarta dapat lolos ke sepuluh besar  dalam lomba LKTIN yang diselengarakan UII.

Amullah juga menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam kepada para siswa dan khususnya tim pembimbing LKTI di MAN 2 Yogyakarta yang telah berkenan memotivasi dan membimbing para siswa. “ Mari kita buktikan, sesungguhnya kita mampu dan ikut berperan serta dalam menjadikan madrasah lebih baik, lebih naik madrasah,” Amullah mengajak.

Tak lupa Dra. Hj. Hana’ah Hanum selaku salah satu pembimbing LKTI memohon doanya agar kedua siswa ini diberi kemudahan dalam menghadapi grandfinal yang akan diadakan 17 april nanti.”Mereka masih harus mempresentasikan hasil inovasi mereka di grandfinal melawan 9 peserta lainnya,” ujar Hanum. (len)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.