MAN 2 Yogyakarta mengikuti Rukyatul Hilal di Bukit Syekh BelaBelu

Yogyakarta (MAN2Yk) – Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang muncul dan nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak atau konjungsi. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan alat tertentu seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya nampak setelah matahari terbenam intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding cahaya matahari serta ukurannya sangat tipis.

Diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI Ilmu-ilmu Keagamaan (IIK) dan beberapa guru pendamping, berangkat dari MAN 2 pukul 11.00 hari Selasa (22/8).  Sebelumnya diadakan kunjungan ke MA Bin Baz  diterima di ruang aula oleh Bapak Suhardian selaku Direktur, dalam pertemuan itu dilahirkan kesepakatan untuk melakukan kunjungan balik ke MAN 2 dan mengadakan pertandingan persahabatan futsal.

Rombongan MAN 2 melanjutkan perjalanan  dan tiba di Bukit Syekh Bela Belu pukul 17.00. Bersama peserta dari pondok pesantren Al Mannar, MGMP Fikih, MUI, Kementerian Agama dan yang lain dengan penuh semangat memperhatikan proses melihat hilal/ rukyatul hilal. Ada tiga teleskop yang dipasang menghadap ke arah barat. Selanjutnya operator menjelaskan cara melihat hilal yaitu dengan fokus melihat bulan melalui slide yang dipampang. Bulan akan turun setiap empat menit sebanyak satu derajat, Pada Selasa kemarin menurut perhitungan bulan berada pada posisi tujuh derajat. Awan yang tebal pada waktu itu menghalangi hilal dari penglihatan mata atau dengan kata lain hilal tidak terlihat. Meskipun demikian di tempat lain hilal bisa terlihat sehingga diputuskan bahwa berdasarkan hasil rukyatul hilal tanggal satu Dzulhijah jatuh pada hari Rabu (23/8). (ryn)

Artikel yang Direkomendasikan