Aksi Teater MAN 2 Yogya di TBY

(Yogya – MAN 2 Yk) – Bertempat di Amphi Theater Taman Budaya Yogyakarta, Rabu 3 Januari 2018, MAN 2 Yogyakarta sukses menggelar parade pementasan drama teater realis. Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.30 wib dan berakhir pukul 15.00 wib.

Pagelaran teater realis tersebut sekaligus sebagai pengambilan nilai ujian praktek mata pelajaran seni budaya kelas XII. “Parade ini melibatkan 197 siswa, yang terdiri dari 8 kelas, 3 kelas Mipa, 3 kelas IPS, 1 kelas IIK dan 1 kelas IBB,” tutur Anas Prasetya, guru penampu seni budaya.

Delapan kelas yang pentas masing-masing menggarap naskah yang berbeda-beda. Menurut Anas, semua naskah-naskah yang dimainkan adalah naskah realis, yaitu naskah yang berisi cerita berdasarkan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan nyata. Naskah-naskah yang dipentaskan meliputi, Tamu-Tamu Istimewa, Ulung Para Pemulung, Pasuryan Urip, Urip Urup, Jin ABG, dan Mimpi Partini, yang semuanya merupakan karya guru MAN 2 Yogyakarta tersebut. Selain itu, dua karya sastrawan lainnya yang dimainkan masing-masing Kisah Cinta Dan Lain Lain karya Arifin C Noer, dan Dhemit karya Heru Kesawamurti.  

Pentas ini sukses ditonton ratusan orang, baik siswa-siswi MAN 2 Yogyakarta, orang tua wali murid, guru dan karyawan, alumni, pelajar-pelajar dari sekolah dan madrasah lain, serta penonton umum. “Saya menunggu pementasan Urip-Urup, soalnya saya sendiri pernah menjadi pemain dalam naskah tersebut,” Tutur Doni (21) salah satu penonton umum.

Naskah-naskah yang dipentaskan adalah naskah-naskah yang mengandung nilai-nilai moralitas. Misalnya naskah Urip Urup yang bercerita soal sebuah keluarga yang tidak mau memasang listrik. Ternyata keluarga tersebut tidak mau pasang listrik karena tidak mau banyak membuang cahaya di dunia ini terlalu banyak, agar tidak kehilangan cahaya di akhirat. Selain itu naskah Ulung Para Pemulug yang menceritakan para pemulung yang ingin merubah nasib mereka sendiri tanpa bantuan pemerinta, atau orang lain. Semua naskah adalah naskah dakwah.

Pementasan drama sebagai ujian praktek seni budaya seperti ini perlu dilakukan secara rutin, hal ini juga dalam rangka pembentukan karakter anak untuk mandiri, disiplin, bertanggungjawab, tenggang rasa, dan percaya diri. Menurut Amalia, salah satu siswi kelas XII IPS 3 menuturkan jika ia senang sekali dengan event seperti ini, “Event ini jadi kenangan yang sangat berkesan, seru, asyik, liburan kemarin juga jadi ada kegiatan yang bermanfaat. Mudah-mudahan besok-besok ada lagi,” imbuh Amalia Tavarel. (Len)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.