Tetes Air Mata Haru Iringi Puisi Ahmad Dhany di Hari Guru

Guru adalah suatu yang penting. Tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri.

Cuplikan diatas adalah sebait puisi yang dibawakan oleh Drs.Mardi Santosa disaat memberikan apresiasi kepada dewan guru pada upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2018 pada Senin( 26/11) di halaman MAN 2 Yogyakarta.

Tepuk tangan meriah dari peserta upacarapun menggema mewarnai acara pagi itu. Seolah tidak ingin kalah, salah satu siswa bernama Ahmad Dhany siswa kelas XI IBB juga tampil membawakan sebuah puisi balasan yang ditujukan untuk semua guru. Puisi yang diciptakan sendiri oleh Dhany dibacakan dengan iringan jimbe oleh Muhammad Wildan yang juga siswa kelas XI IBB.

Tak sedikit dari guru yang menitikkan air mata ketika puisi dibacakan. Penjiwaan yang tepat dan pembawaan yang menunjukkan totalitas layaknya seorang penyair handal membuat yang hadir larut dalam perasaan haru.

Acara dilanjutkan dengan persembahan bunga dari perwakilan siswa kepada seluruh guru dan pegawai. Diiringi ucapan selamat hari guru para siswa menyampaikan sekuntum mawar dan kartu ucapan. Tidak sedikit siswa yang langsung berhamburan menyalami para guru begitu acara ditutup dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Berikut adalah kutipan puisi yang dibawakan oleh Ahmad Dhany.

Di semesta takdir Tuhan bertebaran dimana-mana dan jatahku kali ini menjadi siswa. Ada manusia yang ingin kukenang sepanjang hidupku. Kupajang di dinding samping foto orang tua. Datang ke pernikahanku dan mendidik anak-anak seperti yang dulu pernah kurasa. Lahir telanjang tanpa senjata. Tak bisa menulis tak bisa membaca. Perlahan tumbuh menjadi remaja. Kau ajari aku tata dan krama.

Kesabaranmu adalah cakrawala. Dan jasamu adalah samudera. Kau bukan orang tuaku kau ajari aku. Kau bukan keluargaku kau lindungi aku. Kau bukan kekasihku kau sayangi aku. Guru bukan sekedar profesi. Atau pekerjaan memperkaya diri. Guru adalah penentu peradaban manusia.

“ Selamat Hari Guru 2018. Teruntuk semua bapak ibu guru, terima kasih dan doa kami, semoga Allah melimpahkan berkah, rahmat, karuniaNya teruntuk bapak dan ibu guru semua,” ujar Dhany menutup persembahannya. Tak sedikit yang meneteskan air mata haru dengan lantunan puisi tersebut. ( Diw)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.