Siti Dafiani Yumna dan Jelang Ramadhan Raih Juara di International Competition 2019

Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu keharusan di era globalisasi untuk pemenuhan kebutuhan berkomunikasi baik secara lokal maupun internasional. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi madrasah untuk mempersiapkan SDM handal yang harus mampu bersaing di tengah derasnya arus globalisasi.

Menjawab tantangan tersebut maka MAN 2 Yogyakarta mengajarkan bahasa Jepang sebagai mata pelajaran Lintas Minat. Siswa yang mempelajari Bahasa Jepang diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Salah satu wujud dari pengembangan kompetensi siswa adalah tumbuhnya semangat untuk berkompetisi. Hal ini diwujudkan oleh perwakilan siswa yang mampu meraih kejuaraan di lomba yang diselenggarakan oleh SMA N 7 Yogyakarta pada acara International Competition 2019, Sabtu-Ahad ( 16-17/02).

Jelang Ramadhan siswa kelas XII IBB meraih juara 2 lomba Kemampuan Bahasa Jepang dan Siti Dafiani Yumna kelas XI MIPA 3 meraih juara 2 lomba Rodoku (membaca teks). Keduanya selain memperoleh piala juga mendapatkan uang pembinaan masing-masing sejumlah Rp.150.000,00.

“ Alhamdulillah, ini pertama kalinya saya mendapatkan kejuaraan di Bahasa Jepang. Sejak kelas X belajar Bahasa Jepang di MAN 2 Yogyakarta saya memang sering ikut lomba, tapi karena Bahasa Jepang itu tantangannya banyak, saingannya juga banyak maka baru kali ini bisa juara. Insya Allah masih akan terus belajar Bahasa Jepang dan semoga suatu hari nanti bisa ke Jepang,” papar Dafiani.

Diah Wijiastuti,S.S selaku guru Bahasa Jepang menyampaikan “ Semoga akan semakin banyak siswa yang tertarik belajar Bahasa Jepang. Selain untuk berkompetisi, menguasai Bahasa Asing terutama Bahasa Jepang akan berguna baik sekarang maupun masa yang akan datang. Baik untuk dunia pendidikan maupun pekerjaan karena banyaknya peluang pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan berbahasa Jepang,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Madrasah Drs.H.Mardi Santosa yang berpesan agar baik guru maupun siswa tidak hanya puas dengan capaian kali ini saja, namun harus terus berinovasi untuk pengembangan Bahasa Jepang dan pendidikan pada umumnya.(Diw)

Artikel yang Direkomendasikan