Tim Evakuasi MAN 2 Yogyakarta Sigap Dalam Penanganan Korban Bencana

Telah terjadi gempa bumi dengan skala 5,75 skala righter pada Jum’at (26/04) pada jam 09.05 WIB. Gempa bumi di awali dengan goncangan ringan dan semakin kuat sehingga terdengar suara gemuruh,  suara gesekan genting membuat suara semakin menegangkan, kaca-kaca jendela pada pecah berantakan. Pekik takbir dan istighfar para siswa membuat suasana mencekam. Semua mengamankan diri dibawah meja kuat pada goncangan pertama, setelah berhenti mencoba keluar mengikuti jalur evakuasi.

Namun gempa kembali terjadi dengan durasi lebih singkat. Semua warga kembali berlindung. Setelah reda siswa keluar dari kolong meja, mereka berbaris dipimpin oleh ketua kelas kemudian keluar dengan melindungi kepala dengan tas. Yang terakhir keluar dibarisan belakang adalah guru yang sedang mengajar saat itu. Ada beberapa korban yang ditinggal di kelas karena tidak memungkinkan dilakukan evakuasi darurat. Semua berkumpul di titik kumpul dan tetap berdiri untuk didata oleh ketua kelas dan dilaporkan pada panitia di tempat evakuasi sementara.

Dengan data laporan ketua kelas tim evakuasi melakukan koordinasi untuk segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan, demikian pula tim kesehatan. Sementara itu tim data mencatat semua warga yang belum ada dipapan data. Dengan bantuan HT dan megaphon keadaan bisa dikendalikan.

Korban berjatuhan terkena genting jatuh, terkena pecahan kaca darah mengalir mengucur dari kepala siswa dan bapak cleaning servis. Suara mengaduh kesakitan tangis bercampur membuat situasi semakin gaduh dan mencekam. Suara keras dari Megaphone menghimbau semua warga madrasah untuk segera menuju titik kumpul, satu persatu koban dievakuasi dan diidentifikasi oleh Tim Tanggap Bencana. Korban yang mengalami luka ringan diobati dan yang mengalami luka berat dilarikan ke Rumah Sakit. Tim logistik menyediakan minum dan makanan seadanya yang bisa dijangkau di madrasah untuk sedikit meringkankan ketakutan. Setelah semua teridentifikasi dan semua terkendali Kepala Madrasah membuat pengumuman bahwa siswa dipulangkan semua dan masuk kembali hingga keadaan benar-benar terkendali menurut pejabat berwenang.

Demikianlah skenario pada simulasi peringatan dini bencana di MAN 2 Yogyakarta. Semua menyadari bahwa pengetahuan yang baik terhadap sikap yang harus diambil saat peristiwa gempa terjadi, membuat seluruh warga madrasah sangat serius dalam kegiatan kali ini.

“Alhamdulillah, semua berjalan sesuai skenario dan ketika diadakan refleksi kegiatan semua menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat sekali,” tegas Umi Solikatun,S.Pd selaku ketua kegiatan.(Umi/Diw)

Artikel yang Direkomendasikan