Mandaya Sukses PTS Berbasis Online

Memasuki hari terakhir pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) ganjil Tahun pelajaran 2019/2020 MAN 2 Yogyakarta sukses menyelenggarakan ujian secara daring. PTS sudah berlangsung sejak tanggal 6 September dan berakhir pada Sabtu (14/09). Menggunakan aplikasi yang dikembangkan sendiri oleh Fajar Rahmadi, sekarang tidak ada lagi hasil koreksi PTS yang tertunda. Semua nilai ujian siswa, bahkan nilai per KD dapat diunduh dari aplikasi yang digunakan bernama Androprint.

Androprint yang digunakan sejak PAT tahun 2018/2019 terus dikembangkan disesuaikan dengan tuntutan kebijakan madrasah dan pemerintah. Dari sejak pemanfaatan androprint yang semula hanya untuk presensi digital kini aplikasi ini telah dikembangkan untuk presensi, ujian dan laporan SPP siswa.

MAN 2 Yogyakarta Sukses Selenggarakan PTS Berbasis Daring Androprint

MAN 2 Yogyakarta Sukses Selenggarakan PTS Berbasis Daring Androprint

Dengan menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh Fajar Rahmadi bersama tim, pelaksanaan PTS kini tidak lagi menggunakan kertas. Soal yang sebelumnya telah diunggah oleh guru mata pelajaran ke server madrasah akan diakses dan dikerjakan siswa menggunakan HP masing-masing. Terdapat dua varian Androprint test yang telah dikembangkan dan juga sudah digunakan untuk ujian. Yang pertama adalah versi daring (100% digital) yang sekarang digunakan, dan yang kedua adalah versi lokal (semipaper) yang digunakan saat Penilaian akhir tahun 2018/2019 kemarin.

Pada Androprint versi daring, soal di akses dari server melalui jaringan internet, dan siswa mengerjakanya melalui web browser dari HP mereka. Kelebihan versi ini adalah penghematan kertas soal dan lembar jawaban yang sama sekali tidak dibutuhkan dalam pelaksanaan ujian. Berbagai moda keamanan juga sudah disematkan untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan selama ujian berlangsung. Berbeda dengan versi daring, Androprint versi lokal sama sekali tidak membutuhkan koneksi internet. Soal dicetak di kertas, namun siswa menjawab dengan smartphone mereka atau komputer yang disediakan di Lab. Hal itu sesuai dengan kebijakan kepala madrasah se-propinsi DIY yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) yang telah menyiapkan soal kertas sebelumnya.

Baik dari versi daring maupun lokal tersebut, guru dapat mendownload nilai per KD siswa dan juga analisis hasil nilai mereka. Hal ini penting karena tuntutan kurikulum 13 yang mewajibkan madrasah/sekolah melaporkan nilai peserta didik yang terkategori berdasarkan  kompetensi dasar yang telah diajarkan.

“Kedua versi Androprint test tersebut memiliki kelebihan maupun kekurangan satu sama lain. Disatu sisi versi daring mampu memberikan penghematan yang luar biasa dari biaya pencetakan soal di kertas, namun di sisi lain celah keamanan menjadi berkurang. Di sisi lain, versi lokal menjanjikan keamanan yang lebih baik. Selain keamanan, siswa juga merasa lebih nyaman melihat soal di kertas dibandingkan di smartphone,” jelas Fajar.

Sebagai aplikasi yang dikembangkan sendiri, masih banyak peluang untuk terus memperbaiki aplikasi sehingga mampu memberikan layanan dan kualitas terbaik bagi peserta didik, guru dan pendidikan di madrasah/sekolah. Berbagai pengembangan ke depan antara lain menggabungkan kedua versi androprint test menjadi satu versi lain yang lebih aman, nyaman dan efisien.

Fajar Rahmadi mengucapkan terima kasih kepada pihak madrasah yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mengembangkan program ini dan berharap semoga dapat memberikan manfaat  salah satunya adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam hal penyelenggaraan pendidikan. (fjr/diw)

Artikel yang Direkomendasikan