Kunjungan Kasubdit KSKK Madrasah Ditjen Pendis

Kepala Subdirektur Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr.Abdullah Faqih, M.A, M.Ed didampingi Kasubbag Tata Usaha Direktorat KSKK Papay Supriyatna dan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kemenag DIY, Anita Isdarmini melakukan kunjungan di MAN 2 Yogayakarta pada Kamis (30/01/2020).

Kunjungan diterima Kepala Tata Usaha Amin Munajad dan sekaligus didampingi berkeliling melihat gedung, kelas, masjid, laboratorium-laboratorium, perpustakaan, area calon dibangunnya laboratorium IPA terpadu, Perpustakaan dan sport hall MAN 2 Yogyakarta dengan sumber dana SBSN Program Kemenag RI tahun 2020.

Kasubsit KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kunjungi MAN 2 Yogyakarta

Abdullah Faqih mengemukakan tentang program yang akan diluncurkan KSKK Kemenag RI yaitu ERKAM (Elektonik Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah).  Sistem aplikasi ini untuk memonitor dan mengawal kualitas belanja madrasah mulai dari perencanaan dan penganggaran madrasah. “ERKAM bertujuan membantu madrasah membuat perencanaan dan penganggaran yang berkualitas,” tandasnya.

“Kalau MAN 2 Yogyakarta ini sudah bagus, jika diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan sudah mencapai nilai lebih dari 90, tapi untuk madrasah lain membutuhkan bantuan agar dapat membuat perencanaan kerja dan anggaran yang sesuai kebutuhan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan untuk madrasah selevel MAN 2 Yogyakarta tantangannya dapat mempertahankan kinerja yang sudah baik.

Dengan adanya RKAM ini, diharapkan terjadi efisiensi anggaran diambil dari suatu pos untuk digunakan kegiatan lain sehingga terjadi kenaikan kualitas. “Misalnya, guru-guru mengupdate wawasan ilmunya dan berkolaborasi sehingga terjadi peningkatan kualitas pembelajaran. Aplikasi ini sangat membantu pekerjaan Kepala Tata Usaha dan tim, lebih detil dari pada dari pada aplikasi DIPA yang sudah biasa digunakan sebelumnya,” imbuhnya.

“RKAM terbuat secara otomatis, ada BKU, Pajak sudah jadi semua, tidak perlu membuat laporan, dan diworkshopkan. Sebelum adanya RAKM ada EDM, Evaluasi Diri Madrasah, setiap madrasah mengukur diri sendiri kuatnya dimana, lemahnya dimana,” jelasnya lagi.

Papay Supriyatna menambahkan, yang masih menjadi pekerjaan rumah kita adalah madrasah swasta. Bagaimana agar madrasah swasta se Indonesia ini dapat mengelola madrasahnya dengan baik, terjadi proses pembelajaran yang baik, menjadi madrasah yang berkualitas, outcome lulusan yang kompetitif.

Rombongan melanjutkan kunjungan ke MAN 2 Kulon Progo.

Artikel yang Direkomendasikan