Supervisi Guru Induksi Pemula Calon ASN MAN 2 Yogyakarta

Guru faktor penting sebagai pelaku sukses atau tidaknya proses pembelajaran. Guru dituntut profesional di bidangnya agar tujuan dan target pendidikan tercapai. Untuk para calon guru, calon ASN (Aparatur Sipil Negara) dibutuhkan pembinaan dan program ke arah guru ASN profesional. Sehubungan dengan hal ini dilakukan program Latihan Dasar calon guru ASN Kementerian Agama Republik Indonesia di balai diklat Semarang dan Guru Induksi Pemula selama satu tahun dengan supervisor dari guru senior, Kepala Madrasah dan Pengawas.

Pengawas Kemenag Kota Yogyakarta, Drs. H. Paiman, M.A mengawali supervisi program induksi calon guru ASN di MAN 2 Yogyakarta pada Senin (03/02/2020). “Supervisi ini bertujuan untuk pendampingan bagaimana guru dalam menguasai dan menyampaikan pembelajaran, diharapkan hasil supervisi ada peningkatan pedagogikment dan profesionalitas. Out come dari program ini, guru induksi pemula minimal mendapat nilai B, yang harus dijalani selama satu tahun, delapan kali supervisi setiap semesternya. Jika selama setelah satu tahun dilakukan penilaian dan belum memiliki nilai Baik, maka guru induksi harus mengulang satu tahun. Jika mengulang satu tahun guru induksi masih juga belum memiliki nilai Baik, maka hak untuk mendapatkan tunjangan profesi menjadi gugur,” tandasnya.

Supervisi Guru Induksi Pemula Calon ASN MAN 2 Yogyakarta

Calon guru Olah Raga ASN MAN 2 Yogyakarta, Brian menambahkan,  “Ada pelatihan dasar, kalau dulu bernama prajabatan. Latihan Dasar di Balai diklat Semarang selama 51 hari dibagi menjadi tiga fase. Delapan belas hari on campus, selebihnya habituasi dan aktualisasi dari materi materi yang telah didapatkan selama diklat, antara lain bela negara, antikorupsi, dasar-dasar sebagai ASN, dan sebagainya. Sebagai seorang ASN itu harus disiplin, integritas, dan masih banyak lagi. Habituasi dan aktualisasi dilakukan di madrasah selama satu bulan penuh, diakhiri pembuatan video, dan pelaporan. Kemudian kembali ke balai diklat untuk ujian dan diambil nilainya.”

Perjalanan panjang seorang calon guru ASN menjadi ASN agar benar benar menjadi ASN profesional. (ida)

Artikel yang Direkomendasikan