Antisipasi Penyebaran Virus Corona Siswa MAN 2 Yogyakarta Lakukan KBM Daring

Upaya mencegah penyebaran virus Corona dilakukan oleh berbagai pihak. Tidak ketinggalan MAN 2 Yogyakarta yang sejak Kamis (19/03/2020) juga telah melakukan pembelajaran berbasis daring (online). Melalui pesan grup WhatsAps (WA) pimpinan dan seluruh guru pegawai melakukan koordinasi untuk mengatur strategi yang dilakukan. Kegiatan pembelajaran merupakan aktifitas yang melibatkan banyak pihak, mulai dari guru mata pelajaran (mapel), wali kelas, siswa, bagian kurikulum dan humas bahkan orang tua.

Para wali kelas bertugas menyampaikan semua informasi madrasah kepada siswa asuhnya dan juga kepada orang tua. Sementara itu kolaborasi antara wali kelas dengan guru mapel juga memegang peranan penting untuk terlaksananya pembelajaran. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk dapat melakukan sebuah pembelajaran. Ada yang menggunakan aplikasi Google Form, Google Drive, Classroom, Quipper, Telegram, Instagram, Facebook, Blog, Linked In maupun WA. Beberapa kelas bahkan ada yang menggunakan Youtube dan Zoom.

Antisipasi Penyebaran Virus Corona  Siswa MAN 2 Yogyakarta Lakukan KBM Daring

Diah Wijiastuti pengampu mata pelajaran Bahasa Jepang memilih menggunakan Google Form untuk menerima pengiriman tugas dari siswa. Diah memanfaatkan situasi terkini terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona dengan memberikan tugas berupa membuat poster dalam Bahasa Jepang.” Awalnya saya membentuk grup Penanggung Jawab (PJ) kelas yang akan meneruskan informasi dari saya kepada seluruh kelas. Setelah semua siswa mengakses link informasi, tugas dapat dikerjakan secara mandiri tanpa selalu online. Saya memberikan kebebasan ke siswa, mau tulisan tangan atau menggunakan digital. Supaya mereka merasa nyaman saat mengerjakan. Barulah di akhir batas waktu, saya minta siswa mengirimkan hasil karyanya di Google Form yang sudah saya siapkan”, jelas Diah.

Desya Aulia Hermansyah siswa kelas X ILC sengaja memilih membuat poster menggunakan aplikasi picsart.” Senang ketika mengerjakannya, selain karena saya sering mengedit foto, coverbook, kosakata Bahasa jepang saya juga bertambah,” tutur Desya. Selain Desya lebih banyak siswa membuat poster dengan tulisan tangan untuk menyampaikan informasi pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini sedang mewabah.

Sementara itu, Sri Narwanti guru mata pelajaran Ekonomi lebih memilih mengajar dengan menggunakan aplikasi WA dan Quipper School. Sebagai salah satu mata pelajaran yang dipersiapkan untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Narwanti menyampaikan bahwa aplikasi Quipper cukup banyak membantu. UTBK merupakan tes masuk perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia. “ Diawali dengan tutorial ke anak-anak, pembelajaran dilanjutkan dengan menggunakan aplikasi Quipper, selain anak lebih cepat bisa juga lebih efektif saat membahas soal satu persatu ditambah dengan penggunaan video,” imbuhnya.

Mewabahnya penyebaran virus Corona tidak seharusnya membuat kita terpuruk dan menyerah pada keadaan. Justru sebaliknya harus disyukuri dengan upaya maksimal untuk tetap menjaga kesehatan diri, keluarga, lingkungan sekitar dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sang Maha Pencipta. Dengan tetap bekerja dan beraktifitas di rumah masing-masing  yang dikenal dengan istilah Work From Home (WFH) kita tetap dapat bekerja, belajar secara optimal sebagai bentuk ketaatan kita dalam beribadah.(diw)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.