22 Guru MAN 2 Yogyakarta Terbitkan Antologi di Tengah Pandemi

Yogyakarta (MAN2Yogyakarta)—Sejumlah 22 guru menerbitkan antologi dengan judul “ Mandaya Membaca Corona”. Karya ini sebagai bentuk curahan gagasan para guru selama masa pandemi Covid-19 yang juga disebut Corona. Banyak hal yang menjadikan inspirasi para guru MAN 2 Yogyakarta. Masa pandemi yang mewajibkan bahwa bekerja, belajar dan  beribadah di rumah dikenal dengan istilah Work From Home (WFH) memiliki cerita tersendiri bagi setiap individu. Kisah dibalik terselenggaranya sebuah kegiatan belajar jarak jauh ataupun meningkatnya kreativitas guru dalam mengoperasikan aplikasi digital menjadi topik menarik selain kisah perjuangan seorang guru yang juga berperan ganda. Sebagai pendidik bagi anak akademik maupun anak kandungnya di rumah.

Sebagai bentuk apresiasi, Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan, M.PdI didampingi Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Anita Isdarmini, S.Pd.,M.Hum menerima Kepala MAN 2 Yogyakarta Drs. Mardi Santosa dan Waka Humas  Dra. Ida Puspita, M.Sc bersama seluruh penulis di ruang tamu Kanwil Kemenag DIY pada Selasa (09/06/2020). Kakanwil Edhi menyampaikan ucapan selamat atas terbitnya antologi perdana ini dan berpesan “Selamat kepada teman-teman guru semuanya. Ini awal yang bagus untuk karya selanjutnya. Semoga langkah ini menginspirasi teman lainnya, sehingga akan tumbuh budaya menulis dan menjadi kebiasaan yang bagus”. Edhi menambahkan bahwa kegiatan menulis ini dapat dikembangkan oleh semua guru baik dalam bentuk opini, berita melalui media cetak ataupun daring. Acara dilanjutkan dengan launching dan foto bersama.

22 Guru MAN 2 Yogyakarta Terbitkan Antologi di Tengah Pandemi

Sementara itu kepala madrasah Mardi Santosa juga merasa bersyukur dan bangga dengan terbitnya antologi ini. “Alhamdulillah, apresiasi luar biasa untuk semua guru yang telah menyelesaikan karya ini, semoga menjadikan tambahan nilai kebaikan. Saya yakin ketulusan hati bapak ibu semua dalam membimbing siswa belajar selama masa pandemi ini tak akan tergantikan dengan materi. Namun kita yakin bahwa sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran virus Corona ini, serumit apapun bentuk pembelajaran jarak jauh hanya dapat terlaksana jika setiap guru memiliki jiwa yang ikhlas dalam menyampaikan materi,” ujar Mardi.

Adapun penulis antologi Mandaya Membaca Corona terdiri dari Achmad Syukron Abidin, An. Prasetya, Bardiana Dwi Setyowati, Diah Wijiastuti, Dyah Estuti Tri Hartini, Hastuti Praptiningsih, Hitaqi Millata, Ida Puspita, Kistiyah, Loko Kuswantoro, Muhammad Hatta, Muhammad Hidayat, Musta’inatun, Nafiatur Rasyidah, Nurkhasanah, Nurul Zullaeqa, Retno Febriwindarti, Riries Caesariana Sundah, Rita Setyowati, Riza Faozi, Sri Narwanti dan Umi Solikatun.(diw)

Artikel yang Direkomendasikan