MAN 2 Yogyakarta Ikuti Worshop Peningkatan Mutu SDM Madrasah Vokasi

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Mardi Santosa dan Kepala Unit Borad Casting, Jumiyasrini mengikuti workshop yang digelar Kanwil Kemenag DIY bertema Peningkatan Mutu SDM Madrasah Vokasi di MAN 2 Bantul pada Selasa (06/10/2020). Workshop diikuti  4 Madrasah Vokasi, antara lain : MAN 2 Bantul, MAN 2 Kulon progo, MAN 1 Sleman, MAN 2 Yogyakarta, dengan 4 bidang keahlian yang berbeda-beda. Ke 4 madrasah peserta workshop merupakan piloting Madrasah Vokasi dalam mengimplimentasikan teaching factory dan management halal.

Workshop dibuka oleh Kakanwil Kemenag DIY, Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I, yang dihadiri para pejabat Kemenag Kota Yogyakarta dan Kanwil Kemenag DIY. Dalam sambutannya Edhi Gunawan menegaskan bahwa, Madrasah Vokasi harus menelurkan para alumni yang kompeten di bidangnya. Mampu dan memiliki daya saing tinggi dengan lulusan SMA dan SMK. Realitasnya, dunia kerja 40% dikuasai lulusan SMA, SMK, dan MA. Berdasarkan realitas yang ada, maka Kanwil Kemenag DIY bersemangat untuk mempelopori, menginisiasi adanya keberadaan Madrasah Vokasi.

MAN 2 Yogyakarta Ikuti Worshop Peningkatan Mutu SDM Madrasah Vokasi

Diharapkan dengan adanya workshop bagi koordinator dan kepala madrasah vokasi, maka akan dapat meningkatkan mutu SDM Madrasah Vokasi. Workshop anatara lain menghadirkan, nara sumber pertama, Drs. H. Muh. Lutfi Hamid, M.Ag, Badan Jaminan Produk Halal Kemenag RI, dan Diperindag Ir. Aris Rianto, M.Si

“Apapun produknya berupa makanan, barang ataupun jasa harus halal. Anak-anak Madrasah Vokasi memberi kenyamanan kepada konsumen. Halal dan thoyib. Madrasah vokasi wajib membekali para lulusannya dengan ijazah yang sesuai dengan bidang yang digeluti karena  perusahaan membutuhkan ketrampilan yang dimiliki. Madrasah Vokasi harus dapat membekali ketrampilan ataupun kompetensi maksimal. Kenyataannya di dunia kerja, kebanyakan yang terjadi, Ijazah maksimal tetapi kompetensi minimal. Madrasah Vokasi harus bisa mencetak para lulusannya memiliki kompetensi maksimal. Stake Holder, segenap civitas akademikia seyogyanya memiliki semangat tinggi untuk menyiapkan siswa menjadi SDM trampil. Bisa memilih tempat kerja yang bonafit dengan ketrampilan yang dimiliki,” tandas Luthfi Hamid.

Aris Irianto memberi gambaran tentang prospek kejuruan di  era industri. Memberi panduan pengembangan teaching factory. Model pembelajaran yang berbasis pada produksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masayarakat.

Jumiyasrini dengan penuh semangat mengemukakan tekadnya setelah mengikuti workshop, : “ Saya mengikuti workshop dengan baik, pulang membawa ilmu dan semangat untuk diterapkan pada MAN 2 Yogyakarta, harus mampu mencetak SDM minimal sama dengan SMK, syukur bisa melebihi, karena broadcasting adalah bidang yang langka. Dengan langkanya bidang broadcasting maka para alumni lebih besar memilki peluang di dunia kerja, ataupun jika melanjutkan studi pada bidang yang tidak banyak ditemui, merupakan kesempatan besar meraih kesuksesan,” ungkapnya disertai kalimat berapi-api.

Kepala MAN 2 Yogyakarta berharap, terwujudnya tujuan akhir, berkualitas dengan ijazah dengan kompetensi maksimal, kompeten dan professional di bidangnya. Semoga keberadaan MAN 2 Yogyakarta sebagai Madrasah Vokasi terus berkembang menjadi lebih baik lagi dan lagi, berinovasi, berkreasi, mengemas dan melaksanakan program-programnya semaksimal mungkin, mengadopsi kemudian memodifikasi pembelajaran yang berbasis produksi jasa. MAN 2 Yogyakarta terus berikhtiar, sesuai slogannya, “Ukir Prasasti Dengan Tampil Islami (Taqwa, Mandiri, Prestasi, Inovatif, Berwawasan Lingkungan dan Islami.” (pus)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.