MAN 2 Yogyakarta Hadirkan Organisatoris Nasional pada Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK)

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – MAN 2 Yogyakarta hadirkan organisatoris Nasional, Edy Prajaka, S.Pd. Edy Prajaka menjabat sebagai Ketua bidang KOL Kwartir Pusat HW, Ketua MGBK SMA DIY, Ketua bidang olah raga LSBO PWM DIY, Komandan SPAS Majelis Dikdasmen PMW DIY, dan guru BK SMA N 5 Yogyakarta. Edy Paryanto dihadirkan sebagai nara sumber Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). LDK merupakan  salah satu program kesiswaan, dengan Dyah Estuti Tri Hartini, S.Pd sebagai Wakaur Kesiswaan yang digelar pada Senin (23/11/2020) di aula Hotel Kayla, Gedong Kuning, Yogyakarta.

Acara diawali sambutan dari Kepala MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Mardi Santosa, antara lain berpesan, :“Timbalah pengalaman sebanyak mungkin dari nara sumber yang memiliki pengalaman segudang dan telah malang melintang berorganisasi di saat mudanya. Dari pengalaman berorganisasi maka beliau-beliau menjadi orang sukses di saat ini. Ini merupakan langkah awal kalian digembleng di kawah candra dimuka agar kelak di masa mendatang, menjadi para pemimpin yang amanah.”

Edy Prajaka dengan pengalaman segudangnya memberi materi panjang lebar sebagai bekal yang harus dimiliki oleh seorang organisatoris. Materi yang diberikan antara lain tipe-tipe pemimpin. Pemimpin demokratis, pemimpin yang akan segera menyelesaikan jika ada permasalahan secara bersama-sama. Tipe pemimpin otoriter, seorang pemimpin yang cenderung mendominasi anggotanya dan semaunya sendiri. Sedangkan tipe Pemimpin acuh tak acuh, sering plin plan dan tidak teguh berpendirian.

Lebih lanjut Edy Prajaka menandaskan, bahwasanya seorang organisatoris harus memiliki Planning, Organizing, Comanding, Controlling (POCC). Planning, pengurus akan bertindak untuk merencanakan dan menyiapkan Kegiatan yang terkait. Organizing, pengurus dituntut untuk membuat kebijakan terbaik terkait penggunaan sumber daya untuk mendapatkan kinerja terbaik dalam tim. Comanding,berfungsi sebagai lead atau pengarah. Controlling, pengurus juga bertindak sebagai pengontrol yang melibatkan organisasi.

“Penting bagi seorang pemimpin untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh anggota-anggotanya. Dan tidak kalah penting, seorang pemimpin juga mampu dan memiliki management konflik,” terang Edy Prajaka lebih lanjut.

Acara ini juga dihiasi dengan tanya jawab. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan para peserta. Antara lain, pertanyaan dari Mahbub Faisal Rachman, “bagaimana solusinya jika kita akan mengadakan even besar, menelan biaya banyak tetapi dana minim.” Dijawab Edy Prajaka, cari sponsor, dikemas agar menarik, gencar iklan, buat flyer, poster, banner, gencar dan sebarkan melalui berbagai media, baik cetak ataupun elektronik, dan sebagainya.

Masih banyak pertanyaan lain yang dilontarkan para peserta LDK, seakan tidak ingin acara segera selasai. Para peserta mengikuti dengan antusias selama acara berlangsung. (pus)

 

Artikel yang Direkomendasikan