Guru MAN 2 Yogyakarta Juara 3 Antologi Kanwil Kemenag DIY

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Pandemi Corona mendatangkan kesempatan bagi guru fisika MAN 2 Yogyakarta, Dra. Ida Puspita, M.Pd.Si untuk menulis menjadi karya. Sejumlah 19 karya berupa buku antologi yang saat ini sudah diterbitkan berupa Antologi artikel pendidikan, cerpen, puisi, pantun dan juga jurnal pedidikan. Dari kesempatan menulis inilah, Ida Puspita dapat meraih juara 3 lomba Antologi jenjang MA yang digelar Kanwil Kementeria Agama Kemenag DIY pada saat memperingati Hari Guru Nasional pada Tahun 2020.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Mardi Santosa memberi apresiasi tinggi, mengucapakan selamat dengan prestasi yang telah diraih Ida Puspita. Mardi Santosa juga sangat berharap agar momentum ini menjadikan Ida Puspita semakin semangat dalam pengabdian dan dapat menginspirasi teman sejawat.

Kesempatan menulis yang sudah menjadi hobby mendapatkan kesempatan saat pembelajaran jarak jauh sebagai penerapan protokol kesehatan. Dengan penerapan pembelajaran jarak jauh, Ida Puspita lebih dapat mengatur waktu dan memiliki kesempatan menorehkan tulisan, dengan tidak pernah meninggalkan tugasnya sebagai guru fisika dan mengajar kelas XII.

Pertama kali berlatih menulis saat mengikuti workshop menulis yang digelar Humas Kemenag Kanwil DIY yang digawangi Bram Aji Saputra, penulis yang sudah melahirkan banyak karya, dan menjadi nara sumber pelatihan menulis tingkat Nasional. Setelah mengikuti worshop, ikut bergabung group WA yang beranggotakan alumni workshop. Di group ini terus diupload semua hal tentang menulis, cara membuat video, reportase, broadcasting, dan masih banyak hal lainnya.

Dari workshop, Ida Puspita banyak memperoleh wawasan, pengetahuan, tips, dan trik dan seluk beluk menulis. Karya Antologi Ida Puspita antara lain, :

  1. Sejuta Kenangan Haji berjudul KeagunganMu, Kebodohanku
  2. Antologi Darma Wanita berjudul Multi Peran Perempuan
  3. Jurnal Pendidikan Madrasah berjudul Phet Aplication Program : Strategi Penguatan Pembelajaran Jarak Jauh pada Materi Radiasi Benda Hitam melalui Percobaan Berbantuan Laboratorium Virtual dan Media Soaial
  4. Mandaya Membaca Corona berjudul Sinergitas Harmonis
  5. Di Balik Sosok Kartini Kementerian Agama DIY berjudul Ibu, Madrasah Utama dan Pertama
  6. Kisah Inspiratif Guru Fisika berjudul Berjuang Ditengah Pandemi
  7. Dear Teacher berjudul Guru, Profesi Penyelamatku
  8. Teropong Pendidikan Masa Kini berjudul Muti Kecerdasan
  9. Semangatmu Inspirasiku, The Power Of Kepepet
  10. Cermin Kehidupan, Haru Biru Ramadanku
  11. Sejuta Cinta Tak Cukup, Buah Hatiku Permataku
  12. Ramadhan Bulan Tarbiyah, Dahsyatnya Sabar dan sedekah
  13. Quoetes Kebaikan
  14. Happy Traveling, Haji, Perjalanan Terindah
  15. Cek Rumput Sebelah, Hanora Jangan Menangis
  16. Wanita Dua Sisi, Pengabdian Seorang Wanita
  17. Jodoh Idaman, Belahan Jiwa Seorang Guru
  18. Antologi Puisi Bersama Tokoh Ustadz Yusuf Mansur, Kerinduanku
  19. Quotes Bersama Tokoh Okky Madasari

Masih banyak tulisannya menulis bareng di buku antologi tetapi belum terbit, pengakuan dari Ida Puspita. Selain itu, cerpen hasil tulisannya dengan judul Menanti Jodoh, dimuat di harian Surat Khabar Radar, Jawa Pos. Hasil dari menulis mendapatkan penghargaan sebagai penulis terfavorit, penulis terbaik, dan penulis praktik terbaik.

Rasa syukur dirasakan Ida Puspita atas kesempatan yang diberikan. Ida Puspita mengaku, di usia setengah abad inilah, pertama kali mengikuti lomba dan selama 27 tahun menjalani profesi sebagai guru, karena sebelumnya lebih suka mendampingi para siswa di berbagai even kompetisi.

Tidak lupa terima kasihnya kepada Kepala MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Mardi Santosa yang telah memberikan dukungan dan kesempatan luar biasa. Begitu juga dengan civitas akademika MAN 2 Yogyakarta dengan suportnya, sharing dan berbagi, dan kekeluargaan harmonis yang dirasakannya.

Dengan prestasi yang diraihnya, terus bertekad untuk semangat dan loyal dalam pengabdian sebagai guru fisika di MAN 2 Yogyakarta dan saat inidapat menjalankan tugas  tambahan sebagai wakaur humas dengan baik, dilandasi tekadnya, menggenggam pepatah bijak, “Dimana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung”. (pus)

 

 

 

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.