Guru MAN 2 Yogyakarta Kontributor Antologi: Haji Mengharukan, Hijir Ismail Kurindukan

Yogyakarta (MAN 2 Yogykarta)—Kistiyah, S.Pd, guru MAN 2 Yogyakarta menjadi salah satu kontributor Antologi Kenangan Haji. Dalam buku tersebut, ia menulis, “Niat haji sudah sejak tahun 1994. Setiap ada teman yang mau  haji dan umroh selalu saya titip doa. Setiap habis solat saya minta dipanggil ke baitulloh. Alhamdulillah Alloh kabulkan.”

”Peristiwa yang tak terlupakan malam menjelang tidur, kebetulan di TV sedang ditayang Ka’bah. Saya pegang hijir Ismail di TV kamarku sambil berucap ya Alloh besok pagi aku pingin masuk Hijir Ismail. Jam 02.00 pagi aku bangun terus mandi ganti baju, berangkatlah naik bis 8, sendirian tanpa suami,” sambungnya.

Karena suami gulanya tinggi jadi tidak bisa ke masjid. “Alhamdulillah dapat teman di terminal,Mbak Nila dari Padang, dinas sebagai Widyaiswara di balai Diklat Padang Sumbar, kebetulan sama tujuannya. Sampai di masjid saya thowaf sampai selesai. Sambil menunggu subuh saya berdoa. Selesai Subuhan saya merangsek Alhamdulillah bisa  masuk ke hijir Ismail yang penuh sesak,” tambahnya.

Lebih lanjut Kistiyah menuturkan, “Cerita kedua, mata kiri saya sebelum berangkat haji buta, melihat apa-apa warnanya hitam. Setelah masuk masjid Nabawi dan Masjidilharom mata saya kompres air zam-zam. Alhamdulillah sembuh sampai sekarang. Kisah spiritual yang mengharukan.”

Antologi Kisah Sejuta Haji merupakan inisiasi dari pranata Humas Kanwil Kemenag DIY yakni Bram Aji Saputra, penulis dan sekaligus pembicara nasional tentang kepenulisan. Antologi ini terealisasikan awal November tahun 2020. (kys)

 

 

Artikel yang Direkomendasikan