Kunjungan Kepala Biro Perencanaan Kemenag RI di MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kepala MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Mardi Santosa menerima kunjungan Kepala Biro Perencanaan Kemenag RI, Dr. H

. Ali Rokhmad, M.Pd dalam rangka monev pembangunan gedung SBSN Laboratorium Terpadu IPA, Perpustakaan dan Sport Hall. Kunjungan ini didampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I dan Kasubbag Umum dan Humas, Ahmad Fauzi, MSI.

Pembangunan gedung SBSN Lab Terpadu, Perpustakaan, dan sport hall MAN 2 Yogyakakarta hanya tersedia 115 hari, bak Bandung Bondowoso. Walaupun hanya tersedia waktu 115 hari, dengan tim yang solid, gencar koordinasi, jadwal tertata dan disiplin, alhamdulillah saat ini pembangunan telah mencapai 99%. Dengan adanya gedung SBSN maka prestasi yang telah diraih untuk dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan, Gedung SBSN dapat memfasilitasi dan memberikan pelayanan prima pada siswa.

Hasil Monev Kepala Biro Perencanaan dapat disimpulkan antara lain, : gedung sesuai proto type dari Kemenag RI, gedung SBSN MAN 2 Yogyakarta dapat diselesaikan sesuai target, pada bulan Desember 2020, bentuk bangunan dan lokasi yang sangat strategis di jantung kota, gedung SBSN Lab Terpadu, Perpustakaan, dan Sport hall/Serba guna sudah terlihat  lengkap, sarana prasarana telah tersedia.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Mardi Santosa menyatakan rasa syukur, kelegaan yang mendalam gedung SBSN dapat terealisir tepat waktu, dengan waktu yang tersedia hanya 115 hari, di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan, wabah pandemi dunia, Covid-19. Suatu capaian luar biasa.

Laboratorium memiliki peran yang sangat penting, merupakan pusat proses belajar mengajar untuk mengadakan percobaan, penyelidikan atau penelitian. Kemajuan peradaban dan teknologi suatu negara, berdasarkan riset. Dengan adanya laboratorium, siswa akan terfasilitasi Ketrampilan meneliti, dan memudahkan memahami materi baik yang abstrak berukuran mikro ataupun makro dengan model atau miniatur percobaan.

Genggam dunia dengan membaca. Dengan adanya perpustakaan sebagai penunjang ketrampilan literasi. Jika literasi menjadi budaya, kemajuan pendidikan Indonesia bisa diwujudkan. (pus)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.