Guru MAN 2 Yogyakarta, Kontributor dan Editor Buku Antologi Darma Wanita Kemenag Kota Yogyaakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Guru Fisika MAN 2 Yogyakarta, Ida Puspita sekaligus sebagai anggota aktif Darma Wanita Kemenag Kota Yogyakarta berkontribusi dalam pembuatan Antologi Darma Wanita Kemenag Kota. Pembuatan Antologi Darma Wanita Kemenag Kota Yogyakarta ini pada akhirnya diikuti anggota Darma Wanita Kemenag DIY. Ada 39 penulis di buku ini. Buku Antologi baru-baru ini dilaunching oleh Ketua Darma Wanita Kemenag DIY, Hj. Sunarti Edhi Gunawan (17/12/2020).

Ida Puspita bersama RR. Ayu Dewi Widowati, guru MTsN 1 Yogyakarta menjadi editor sekaligus kontributor. Inisiasi pembuatan buku berasal dari Ketua Darma Wanita Kemenag Kota Yogyakarta, Novia Nur Abadi. Ida Puspita dan RR. Ayu Dewi Widowati, keduanya mengedit kepenulisan, mengawal pembuatan buku antologi ini sampai dicetak.

Ida Puspita sendiri dalam tulisannya memuat peran perempuan yang memiliki multi fungsi (multi tasking). Berperan sebagai anak perempuan bagi orang tuanya, kakak perempuan atau adik perempuan, peran sebagai istri bagi suaminya, peran sebagai ibu bagi anak-anaknya. Selayaknya dengan multi peran yang disandangnya, para wanita berbahagia karena dimuliakan, diistemakan. Bagi muslimah, dari peranannya yang mana saja jika dilakukan dengan tulus, ikhlas, sabar akan membawanya ke pintun surga. Jika hal ini diyakini sebagai seorang Muslimah.

Multi peran perempuan mempengaruhi dan menentukan kondisi, situasi, capaian, peradaban, kemajuan suatu masyarakat, bangsa dan negaara. Kehadirannya mempengaruhi setiap kehidupan rumah tangga. Dari setiap rumah tangga menentukan kehidupan bermasyarakat satu kelurahan, kemudian kecamatan, kabupaten, propinsi, pada akhirnya menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bangsa dan negara maju sangat menghargai keberadaan perempuan. Telah jamannya kaum perempuan dapat sekolah setinggi langit, berkedudukan dan menjabat presiden, Menteri, anggota dewan, pilot, dan yang lainnya, yang biasanya dilakukan kaum pria, dewwasa ini perempuanpun dengan sukses menjalani profesi ini. Jika perempuan tidak meninggalkan dan melupakan kodratnya, tetap berpegang teguh pada ajaran yang diyakini, maka perempuanpun berkontribusi besar dalam kemajuan berbangsa dan bernegara, dalam membentuk karakter bangsa dan negara dengan generasi penerus yang amanah. (pus)

 

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.