Pusdiklat Litbang Kemenag RI Gelar Pelatihan Barjas di MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Pusdiklat Tenaga Adminstrasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI bekerjasama dengan Kanwil Kemenag DI Yogyakarta gelar Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa yang diikuti Kepala Tata Usaha, Staf Tata Usaha, di wilayah Kemenag DIY sebanyak 30 peserta. Hal ini dijelaskan H.Fahrudin,S.Ag., M.A, Kepala pada Sub Bagian Kepegawaian dan Hukum, Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I.Yogyakarta kepada jurnalis MAN 2 Yogyakarta saat meliput kegiatan. Pelatihan digelar dari Kamis (10/06/2021) sampai dengan Jumat (18 Juni 2021) di aula lantai tiga, MAN 2 Yogyakarta

Fahrudin berharap peserta pelatihan benar benar dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Dengan pelatihan ini peserta diklat mereview kembali wawasan, pengalaman, dan ketrampilan.  Kompetensi akan dimiliki dan melaksanakan tupoksinya, antara lain memfasilitasi layanan pengadaan barang dan jasa, menyelenggarakan perencanaan, pembinaan, pelaksanaan dan penatausahaan pengadaan barang dan jasa serta evaluasi dan penyelesaian sanggah dalam proses pengadaan barang dan jasa, serta tugas pokok dan fungsi dari barjas yang lain.

 

 

 

Kegiatan pada Kamis (17/06/2021), dilakukan try out menjelang Ujian Pelatihan Barjas yang akan dilaksanakan pada Jumat (18/06/2021) sekaligus penutupan.

Selaras tujuan Pelatihan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I menandaskan saat sambutan pembukaan, “Pengadaan barang dan jasa, terkait dengan Pembangunan Sumber Daya Manusia  yang memiliki kompetensi, sebagai media untuk bisa mengejar negara yang lebih maju. TH 2045, Indonesia dipredikssi menjadi negara maju dengan segala potensi yang dimiliki. Untuk itu kita harus bisa menjawab tantangan ini. SDM yang diberi amanat mewakili pemerintah dalam pengeloaan keuangan harus dapat melaksanakannya dengan loyal dan berintegritas tinggi.”

“ASN yang memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/ jasa pemerintah “sebagai tanda bukti pengakuan atas kompetensi dan kemampuan di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah bagi pemangku kepentingan yang terkait,” tandas Edhi Gunawan lebih lanjut. (pus)

 

 

Artikel yang Direkomendasikan