MAN 2 Yogyakarta Lakukan Studi Tiru tentang Sistem Kredit Semester

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Salah satu bentuk pelayanan pendidikan adalah Sistem Kredit Semester (SKS). Keberagaman peserta didik diakomodir MAN 2 Yogyakarta dengan menyelenggarakan SKS, dan telah berjalan dua tahun. Bertujuan sharing, bertukar pengalaman, menambah wawasan daan pengetahuan tentang penyelenggaraan SKS, maka pada Rabu (19 Januari 2022), MAN 2 Yogyakarta melakukan studi tiru di MAN 2 Kota Madiun. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Drs. H. Mardi Santosa, yang didampingi para Wakil Kepala ke empat bidang, Staf Kurikulum, dan tim sukses studi lanjut. Rombongan diterima dengan baik oleh Kepala MAN 2 Kota Madiun, Zainal Arifin, M.Ag beserta jajarannya, disilakan duduk di ruang pertemuan lantai satu.

Zainal Arifin menyampaikan rekam jejak MAN 2 Madiun yang dimulai dengan program akselerasi sebagai embrio, sampai pada program SKS seperti sekarang. Dalam perjalanannya program akselerasi dirasa tidak memberi rasa keadilan pada siswa, maka kemudian muncullah program SKS. Siswa diberi layanan yang sama, hak dan kewajiban yang sama, dilayani sesuai dengan kecepatan masing-masing.

Pada pelayanan SKS, para siswa startnya sama, yang cepat difasilitasi, yang lambat juga tetap dilayani. Dengan perlakukan yang demikian, dari sisi sistem lebih berkeadilan dan tidak melanggar HAM. Energi untuk mengelola SKS dirasa  lebih berat, dalam hal sesi pelaksanaan KBM, jadwal, dan pengelolaan. Ada dua syarat yang harus dipenuhi para siswa MAN 2 Kota Madiun untuk kelas SKS, yaitu IQ di atas 130 dan Seluruh nilai pelajaran berkategori sangat baik.

Sharing berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan Fajar Basuki Rahmat, Sri Dewi Subaroroh, Umi Solikatun, Muhammad Hidayat tentang struktur kurikulum, penanganan kendala baik pada siswa ataupun guru, sarana prasarana, seluk beluk SKS. Masih banyak pertanyaan yang ingin disampaikan dari para peserta studi tiru, namun terbatasi oleh waktu.

Dengan melakukan studi tiru, diharapkan penyelenggaraan SKS MAN 2 Yogyakarta akan lebih baik, setiap siswa dengan ketahanan, kecepatan dan kemampuan belajar masing-masing dapat terfasilitasi, dan sukses studi lanjut, akhirnya dapat mewujudkan cita-cita dan profesional di bidang masing-masing. (pus)

 

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.