GTT dan PTT Ikuti Diskusi Tentang Arah dan Kebijakan Madrasah

Yogyakarta – Bertempat di ruang studio broadacasting MAN 2 YOGYAKARTA, acara pembinaan GTT dan PTT (Rabu,3/2/2022) diselenggerakan, pelaksanaan kegiatan  yang dihadiri 13 guru dan 14 pegawai ini berlangsung dengan suasana santai dan penuh canda.

( foto : Kepala Madrasah memberikan pengarahan pada GTT dan PTT )

Dalam sambutan pembukaan Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE.,MM , mengatakan bahwa acara ramah tamah dan diskusi ini penting dikakukan, karena Madrasah sangat membutuhkan Guru Tidak Tetap atau GTT yang juga sering disebut GBPNS ( Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil ) dan madrasah juga membutuhkan Pegawai Tidak Tetap , karena memang secara regulasi ketika pemerintah atau kementrian agama tidak memberikan Guru dan Pegawai yang status PNS/ASN yang dibutuhkan ,maka satuan kerja dapat merekrut sumber daya manusia secara mandiri. Lebih lanjut Isti Wahyuni menerangkan bahwa acara ini penting, karena akan memberikan penguatan tentang hak dan kewajiban yang harus dilakukan bagi GTT dan PTT, terutama tentang kedisipilinan.

Kepala Madrasah MAN 2 Yogyakarta Drs.H.Mardi Santosa, mengatakan bahwa madrasah sangat berterimakasih atas kinerja selama ini , tentunya kita berharap dedikasi ini terus ditingkatkan, terlebih lagi sinergi Guru ASN dan GTT harus diperkuat, karena dengan sinergitas kemajuan pendidikan baik secara akademik dan non akademik di MAN 2 Yogyakarta selalu tercapai dan tuntas.

( Foto : Isti Wahyuni,SE.,MM membuka acara pembinaan guru dan pegawai tidak tetap )

Sehingga guna menghargahi kinerja GTT dan PTT mulai awal tahun ini, insentif / honor atau gaji dinaikkan, dan juga disesuaikan dengan masa kerja, tingkat Pendidikan/ijazah dan beban kerja, termasuk kenaikan uang makan yang diberikan sesuai dengan presensi faceprint saat masuk dan pulang setelah memberikan KBM atau bekerja sesuai tugas pokoknya masing-masing.

 Lebih lanjut Mardi Santosa bertutur bahwa perjuangan madrasah terhadap komite sekolah yang mempunyai dan mengelola anggaran sekolah tidak berhenti disini,  madrasah sudah mengusulkan dan seudah disetujui yakni adanya uang pensiun atau pesangon bagi GTT dan PTT yang bisa diambil ketika pensiun atau keluar dari MAN 2 Yogyakarta.

Mardi Santosa berharap apa yang telah diperjuangan madrasah ( Kamad, Ka TU, Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Kesiswaan, Humas dan Sarpras ) serta Bendahara Madrasah, bisa memberikan kemanfaatan dan kebarokahan bagi guru dan pegawai tidak tetap dilingkungan Satuan Kerja MAN 2 Yogyakarta. (lok)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.