Ambalan Penegak MAN 2 Yk Ziarah ke Makam Nyai Ageng Serang

Gugus depan pramuka yang berpangkalan di MAN 2 Yogyakarta adalah ambalan Nyai Ageng Serang dan Ambalan Sri SriSultan HB IX. Untuk mengenalkan anggota mabalan kepada Nyai Ageng Serang, maka dilaksanakan kegiatan ziarah ke Makam Nyai Ageng Serang, selain untuk mendoakan beliau juga diharapkan anggota ambalan dapat meneladani semangat juang pahlawan nasional ini yang nyata nyata ikut mengusir Penjajah Belanda, demikian disampaikan oleh Kak Triwinarko. Kegiatan ini dibersamai oleh Kak Tri Winarko dan Kak Tugiman selaku Kamabihar, juga oleh para Pembina yaitu Kak Wibronto, Kak Prunan Hidayati, Kak Kansa Aditya dan Kak Muhammad Hardiyanto. Dalam kegiatan ini anggota ambalan yang dapat turut serta berjumlah 29 personal. Lebih lanjut Kak Tri menambahkan sekelumit kisah Nyai Ageng Serang.
Pada awal Perang Diponegoro pada tahun 1825, Nyi Ageng Serang yang berusia 73 tahun memimpin pasukan dengan tandu untuk membantu Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Tidak hanya turut berperang, ia juga menjadi penasihat perang. Nyi Ageng Serang berjuang di beberapa daerah, seperti Purwodadi, Demak, Semarang, Juwana, Kudus, dan Rembang.[4]
Nyi Ageng Serang mengikuti pelatihan kemiliteran dan siasat perang bersama dengan para prajurit pria. Menurut keyakinannya, selama ada penjajahan di bumi pertiwi, maka ia harus siap tempur untuk melawan para penjajah. Nyai Ageng serang memiliki batalyon pasukan wanita berkemampuan khusus sebagai pemanah, sejumlah sekitar 300 orang, yang dalam berbagai pertempuran sering merepotkan Belanda.
Meneladani ghirah perjuangan Beliau dalam melawan kaum kuffar penjajah bumi pertiwi, sangat perlu ditanamkan di hati generasi penerus bangsa ini.
Seusai melaksanakan ziarah, acara dilanjutkan dengan belajar bersama tentang kepramukaan dengan Ambalan MAN 3 Kulon Progo, dalam lawatan ini Ambalan MAN 2 Yogyakarta diterima langsung oleh Kamabigus Bapak Moh. Fadhil Afif,Lc. M.Pd. Saling bertukar pengalaman antar Pembina diantara kedua MAN ini berlangsung akrab dan penuh suasana kekeluargaan, sehingga harapannya dapat menjadi semakin maju bersama.(MHt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts