MAN 2 YOGYAKARTA – Rapat Kordinasi peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik ( KIPP ) di ikuti 5 satuan kerja Madrasah Aliyah di lingkungan Kementrian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara yang diselenggarakan di MAN 2 Yogyakarta, berlangsung dengan lancar.

                Rakor yang bertajuk pemantapan MAN de MOTEFA ( Madrasah Aliyah Negeri dengan Modifieid Teaching Factory ) untuk dikutkan lomba yang digelar Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( KemenPAN-RB ). Mengajukan dan memadukan jenis ketrampilan unggulan dari MAN 2 Kulon Progro, MAN 2 Yogyakarta, MAN 5 Sleman, MAN 1 Sleman, MAN 2 Bantul.

            Foto : Rakor KIPP di Studio Broadcasting MAN 2 Yogyakarta

Pemantapan yang dilakukan 5 Madrasah Aliyah dipandu para pejabat terkait dari Kantor Wilayah Kementrian Agama DIY, H.Abdul Su’ud, S.Ag.,M.S.I , Hj. Anita Isdarmini,M.Hum. bersama 4 pejabat lainnya. Rapat kordinasi diawali dengan pemutaran video pendek yang berisi keunggulan ketrampilan dari 5 Madrasah Aliyah, yang berorientasi pada manajemen halal.

              Rapat kordinasi yang berisi evaluasi konten proposal dan konten video menjadi perbincangan yang hangat, hal ini dilakukan dengan semangat ketelitian dan kehatihatian, karena Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang pernah diikuti MAN 2 Kulon Progo yang mendapat peringkat 99 dari peserta sebanyak 2700 , patut dijadikan tolok ukur untuk memperbaiki kelemahan dari proposal yang akan diajukan pada KIPP tahun 2022 ini.

              Mardi Santosa selaku kepala MAN 2 Yogyakarta, berharap keikutsertaan dan sumbangsih dari ketrampilan Broadcasting dan Film MAN 2 Yogyakarta, bisa menjadi pembeda dan sekaligus penguat dari proposal Kanwil Kemenag DIY sebagai wakil dari Kementrian Agama Republik Indonesia, untuk bisa mendapat nilai yang optimal.(lok)

Artikel yang Direkomendasikan