Membangun Karakter Prima Siswa MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Senin, 25 April 2022, kegiatan pembimbingan untuk siswa MAN 2 Yogyakarta dilaksanakan sebagaimana biasa. Hal ini rutin dilakukan untuk membangun karakter prima, akhlaqul karimah. Pada kegiatan kali ini, terjadwal kelas XI, pembimbingan dilaksanakan secara klasikal di mushola MAN 2 Yogykarta oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Dyah Estuti Tri Hartini, S.Pd, didampingi para wali kelas XI.

Dalam arahannya, Dyah Estuti Tri Hartini menegaskan, “anak-anakku sekalian, jadilah orang yang beruntung. Orang beruntung adalah orang yang menjadi lebih baik dari pada kemarin, dan hari esok menjadi orang yang lebih baik dari pada hari ini, Jika tidak dapat melakukannya, akan termasuk orang-orang yang merugi.”

“Kedisiplinan yang dimiliki adalah modal dasar bagi orang sukses. Kecerdasan yang dimiliki belum tentu dapat mengantarkan seseorang meraih kesuksesan kecuali jika diiringi tidak hanya cerdas otaknya tetapi juga cerdas spiritualnya, cerdas emosionalnya. Siapapun akan dapat meraih sukses jika menempa kecerdasan emosional dan spiritualnya, untuk menyeimbangkan berapapun tingkat kecerdasan/IQ nya, “ tandas Duah Estuti lebih lanjut.

Dalam mengarungi kehidupan banyak pembelajaran yang diperoleh dari siapapun, dari manapun, kapanpun, selain mendapatkan materi pelajaran di kelas. Pembelajaran yang diperoleh itulah dijadikan momentum untuk menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari, sehingga termasuk golongan orang yang beruntung.

Manajemen waktu, mengatur strategi belajar dari jadwal pelajaran yang berjumlah tidak sedikit sangat penting dilakukan. Hal ini salah satu stategi raih prestasi, karena belajar teratur, dengan target yang ditentukan, tugas dapat diselesaikan tepat waktu, menghindari stress karena menimbun banyak tugas yang belum selasai, menjadi hubungan baik dengan guru karena merespon dengan sangat baik setiap tugas ataupun evaluasi yang diberikan.

Selama 50 menit pembimbingan dilakukan, setelah selesai dilaksanakan, siswa kelas XI kembali masuk kelas dan melanjutkan kegiatan belajar mengajar tatap muka 100%. Beberapa siswa menyatakan sangat termotivasi dan siap gigih meraih cita-cita. (pus)

Artikel yang Direkomendasikan