Tim Pengembang Kurikulum MAN 2 Yogyakarta Satukan Visi dan Misi Siapkan Tahun Pelajaran 2022/2023

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Siaga satu menyongsong tahun pelajaran 2022/2023, Tim Pengembang Kurikulum MAN 2 Yogykarta gelar rapat koordinasi pada Rabu (11 Mei 2022) di aula lantai 3. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun dengan tujuan melaksanakan kebijakan, untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan kekhasan (karakteristik), kondisi, potensi daerah, kebutuhan dan permasalahan daerah, satuan pendidikan dan peserta didik, dengan mengacu pada standar nasional yang tercantum dalam Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta panduan penyusunan KTSP. Rapat dipimpin Wakaur Bidang Kurikulum, Fajar Basuki Rahmat, S.Pd.

Kepala MAN 2 Yogyakarta dalam rahannya menegaskan, “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun berdasarkan, potensi yang dimiliki madrasah sebagai penyelenggara pelayanan pendidikan, disesuaikan tuntutan kebutuhan, kepentingan peserta didik dan lingkungan sesuai minat dan bakat masing-masing.”

“Anemo pendaftaran peserta didik baru pada tahun pelajaran 2022/2023 sangat tinggi. 2 tahun terakhir capai 1000 lebih jumlah pendaftar. Pada tahun pelajaran 2022/2023 telah memperoleh calon siswa sejumlah 6 kelas, dari peminatan MIPA, IPS, Ilmu Bahasa, Keagamaan,” lanjut Mardi Santosa.

Sebelum melaksanakan KTSP dalam pembelajaran, semua pihak yang terlibat langsung dalam pembelajaran terutama guru, kepala madrasah/sekolah dan pengawas harus benar-benar memiliki komitmen, memahami KTSP secara benar, memiliki dokumen pendukung yang diperlukan, dan mampu melaksanakannya dalam pembelajaran sehingga harapan untuk melihat proses pembelajaran yang baik dan efektif bukan hanya merupakan slogan belaka, tetapi benar-benar menjadi suatu kenyataan.

Akhir arahannya Mardi Santosa kembali menandaskan, ASN (guru) memiliki kemampuan fleksibilas tinggi dituntut kreatif dan inovatif. Sesuai saat pembinaan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. Nizar, M.Ag tentang tiga hal yang harus dimiliki setiap ASN, yaitu, : kualifikasi, kompetensi, guru harus serba bisa. Untuk memiliki kompetensi tinggi, Kemenag RI memiliki program asesmen bagi guru, setiap 3 tahun.  Jika nilai asesmen yang dicapai kurang, guru yang bersangkutan akan diberi diklat. Jika setelah mengikuti diklat masih kurang baik, guru yang bersangkutan akan dirotasi. Yang terakhir, kinerja. Kinerja menjadi acuan, bisa bekerja atau tidak, dilihat dari hasil kinerjanya. (pus)

Komentar Anda

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.