MAN 2 YOGYAKARTA RUTINKAN BACAAN ASMAUL HUSNA DI JUM’AT PAGI DAN UJIAN SEKOLAH

Yogyakarta (MAN 2 Yogykarta) – Madrasah deviasi, mutu, lulusan antara negeri dan swasta kesenjangannya tidak terlalu jauh. Eisentrum pendidikan, penopang Indonesia di masa mendatang. Membangun episentrum, ghiroh. Bukan pekerjaan yang mudah. Belanda verkuasa di Indonesia krn kaum pribmi tdk dibaei akses untuk pendidikan. Dilokalisir para bangsawan yang mendapat akses pendidikan tak dapat mendistribusikan kepada masyarakat luas. Membangun peradapan berakhaqul karimah. Mars Madrasah. Laporan ppdb terkait minat anemo ppdb ke sangat tinggi. Mengawal kebijakan antara lain PPDB, reguler masih 60%. Kepercayaan masyarakat tinggi dan dijawab dengan prestasi. Tidak diijinkan penambahan rombel kecuali telah memiliki fasilitas. Madrasah swasta di Jawa Timur, berbasis Tahfids, inisiasi dari Yogyakarta, semua madrasah melakukan kloning. Sekarang telah menolak siswa dengan Madrsah bberbasis tahfidz, lulus minimal hafal 4 juz, menjawab tantangan jaman dengan kualitas/prestasi. Ada keunggulan saat masyarakat memilih salah satu m adrasah. Madrasah berkomitemn untuk mewujudkan madrasah unggul.

Apa yang dilohat lebih cepat dipelajari dari pada didengar. Menjadi bagian integral untuk membangun peradapan, episentrum pendidikan. Pendidikan karakter di madrasah. Mengwal pembangunan episentrum peradapan Indonesia.

Penguatan ediologi, keagamaan. Islam moderat, moderasi agama menjadi target. Kepada semua keluarga Mandaya. Tidak condong ke kanan dan ke kiri, tengah-tengah. Hidup dan matikan saya di antara orang miskin. Penafsirannya harus luas. Barang siapa yang

menambahkan hartanya kepada jalan Alloh akan masuk surga.

Kekuatan ideologi dikuatkan dan diprioritaskan

Transformasi digital agar tidak ketinggalan jaman.

Scan barcode, pindai buku tamu, dilengkapi bar code

E-lybrary, siswa mendapatkan bahan tidak dibatasi lahan, refensi, sumber belajar. Semua harus online. Komunikasi dan kolaborasi dengan siswa.

Hafalan ditarget misalnya sehari 5 ayat. Bahan ajar menyiapkan modul. Mind set tidak lagi sbg pusat pembelajaran, Siswa yang menjadi pusat pembelajaran. Merdeka belajar, madrasah sebagai symbol/kunci, jika ada inovasi jangan jadikan beban. All out sehingga dapat menjawab dengan prestasi. Bagian dari pelayanan. Madrasah sebagai rumah ke 2. Banyak hal yang lebih banyak dikerjakan dengan all out. Saiyeg saeko proyo.

Artikel yang Direkomendasikan