Pertemuan Perdana Orang Tua Siswa Baru MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Tinggginya anemo PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) MAN 2 Yogyakarta, menembus seribu lebih pendaftar, mengemuka pada pertemuan orang tua siswa baru, tahun pelajaran 2022/2023 pada Senin ( 4 Juli 2022).  Kuota siswa MAN 2 Yogyakarta berjumlah 8 rombongan belajar, setiap rombel 32 siswa dengan peminatan MIPA, IPS, Keagamaan, dan Bahasa terpenuhi.  Hal ini disampaikan Kepala MAN 2 Yogyakarta , Drs. H. Mardi Santosa.

Pada acara ini, Mardi Santosa mempresentasikan tips, trik, kiat, dan strategi MAN 2 Yogyakarta sebagai penyelenggara pendidikan yang terus melakukan inovasi-inovasi dengan keunggulan-keunggulan program sebagai terobosan mendapatkan kepercayaan masyarakat luas dan menjadi pilihan utama tempat belajar. 3 tahun terakhir, jumlah pendaftar PPDB MAN 2 Yogykarta tembus seribu lebih.

Ketua Komite MAN 2 Yogyakarta, Drs. Bun Yamin, M.Ag mengajak para orang tua/wali siswa untuk berkomitmen dan berkontribusi maksimal agar penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar berlangsung sukses.

Agus Ridwan, MM selaku Sekretaris Komite mempresentasikan tentang rancangan anggaran, tupoksi komite, tata cara pengelolaan dan penggunaan dana komite sebagai mitra dari madrasah. Pada kesempatan inipun, Agus Ridwan menggaris bawahi dan mengajak para orang tua/wali siswa untuk berkoordinasi, berkomunikasi aktif tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan pembelajaran MAN 2 Yogyakarta. Komite bersifat transparan, akuntabel, dan komunikatif. Komite juga berkewajiban sebagai nara hubung antara orang tua/wali siswa dengan madrasah.

Kegiatan ini berlangsung off line bertempat di lantai satu mushola dan online secara Zoom Meeting bagi orang tua/wali siswa yang berhalangan hadir. Para orang tua/wali siswa mengikuti acara dengan baik dari awal sampai akhir.

Wakaur Kesiswaan Dyah Estuti Tri Hartini berharap, pertemuan perdana ini menjadi momentum awal terjadinya sinergitas dan harmonisasi antara orang tua siswa, madrasah beserta segenap civitas akademikanya, siswa sebagai pelaku pembelajaran, lingkungan masyarakat, dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Keniscayaan suksesnya dan majunya pendidikan terjadi jika ada sinergitas dan harmonisasi ke lima unsur untama tersebut. (pus)

Artikel yang Direkomendasikan