Ustadz Agung Ingatkan, Pemberi Sejati Tak Pernah Harapkan Imbalan

Yogyakarta (MAN2YK) – Islam mengajarkan untuk saling menyayangi dan menebarkan keselamatan. Afsus salam bainakum (Sebarkanlah salam diantara kalian (HR. Muslim no. 54). Salam disini tak sekedar mengucapkan selamat pagi, selamat siang atau selamat malam. Salah satu keindahan Islam adalah bahwa Islam mengajarkan kepada setiap pemeluknya untuk mengucapkan salam setiap kali bertemu dengan saudaranya sesama muslim. Salam menurut ajaran Islam pada hakikatnya adalah doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT untuk keselamatan dan kesejahteraan saudara yang kita jumpai. Assalammu’alaikum wa rahhmatullaahi wa barakaatuh (semoga kedamaian bersamamu serta pengampunan dan berkah dari Allah SWT). Materi tersebut merupakan salah satu hal yang disampaikan oleh ustadz  drh. H. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D dalam tauziahnya di acara Pengajian As-Sakinah keluarga besar MAN 2 Yogyakarta, Ahad 28 Agustus 2022 di Joglo Sawah TanNuko, Godean, Sleman.

“Berawal dari anjuran mulia ini, apa yang saya alami ketika hidup di negeri orang dan saya praktikkan, Masya Allah imbalan yang saya terima berlipat ganda dari apa yang saya amalkan. Karena orang yang saya sapa adalah orang Jepang non muslim, maka saya sapa dengan ucapan salam Ohayou gozaimasu (selamat pagi), beberapa tahun kemudian kami dipertemukan dan saya mendapat amanah untuk menjadi Branch Manager sebuah proyek beliau,” imbuh Agung. Hal tersebut terjadi karena semua atas kehendak Allah SWT, yang menggerakkan hati semua hambaNya untuk menemukan kebaikan dari hasil pengamalan sebuah perintah dari Allah SWT.

Mengutip QS. Al ‘Imran: 102, Agung menambahkan “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”. Dilanjutkan dengan kutipan tersebut Agung mengajak kembali kepada jamaah yang hadir agar senantiasa memegang teguh tali agama Allah SWT yaitu Al-Qur’an, As-Sunah.

Lebih lanjut Agung juga menyampaikan kiat-kiat berumah tangga ala Nabi Muhammad SAW. Bahwa dalam sebuah rumah tangga pastilah akan ada halangan rintangan yang semua itu merupakan ujian dari Allah SWT. Untuk itu terus bersabar dan memohon pertolongan Allah SWT, harus dijadikan pegangan dan rujukan pertama agar dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Di akhir tauziahnya Agung kembali mengingatkan akan pentingnya memiliki jiwa pemberi. “Jika bapak ibu mengajar, berikan ilmu yang bapak ibu kuasai pada siswa dengan pemberian yang baik. Maksudnya, jangan mengharapkan imbalan atas apa yang bapak ibu berikan. Keikhlasan bapak ibu dalam mengajarkan ilmu, biarlah menjadi amalan kebaikan yang akan dibalas oleh Allah SWT sebagai pahala kebaikan,” tutupnya.(diw)

Artikel yang Direkomendasikan