Worksop Konselor Sebaya: Dari Siswa Oleh Siswa Untuk Siswa

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Konselor Sebaya adalah individu yang memberikan bantuan kepada individu lain yang sebaya agar dapat mengatasi masalahnya. Relasi yang terjalin bersifat interpersonal dan dilakukan oleh nonprofessional. Seseorang cenderung merasa nyaman ketika berada di circle pertemanan yang berusia hampir sama. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat di kehidupan masa remaja. Karena remaja cenderung tidak takut ketika menceritakan segala keluh kesahnya. Pola hubungan ini menjadikan remaja lebih percaya dengan teman daripada orang tuanya atau orang dewasa lainnya.

Praktek keterampilan dasar konseling oleh Sudharno Dwi Yuwono, M.Pd

            Untuk meningkatkan kesan pertemanan yang mutualisme pada siswa, guru BK bersama PPL BKI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan kegiatan yang mengusung tema “Peer Counselor to be a Good Listener” dengan Jargon “Konselor Sebaya: dari kita, oleh kita, untuk kita”. Kegiatan Workshop Konselor Sebaya dilaksanakan pada hari Kamis 20 Oktober 2022 bertempat di Aula MAN 2 Yogyakarta diikuti oleh 40 siswa putra dan putri. Kegiatan ini dihadiri oleh Umi Solikatun, S.Pd selaku koordinator BK. Pembicara Workshop Konselor Sebaya ini dibawakan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga yakni Sudharno Dwi Yuwono, M.Pd.  Sasaran untuk peserta Workshop ini ialah siswa kelas 10 dan 11 yang usia mereka berkisar 15 s/d 17 tahun. Alasan yang melatarbelakangi diadakan kegiatan ini tak lain sebagai upaya mencegah anak atau remaja terjun di lingkungan negatif.

            Tujuan diadakannya Workshop Konselor Sebaya ini agar siswa mampu memberikan bantuan kepada teman sebayanya dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Maka dengan diadakannya pelatihan konselor sebaya ini diharapkan mampu mengembangkan kelebihan siswa sebagai tempat bercerita temannya.

            Umi Solikatun, S.Pd selaku Koordinator BK dalam sambutannya menyampaikan bahwa “ Karena ketergantungan dengan Gadget /Handphone atau setan gepeng respon anak terhadap orang lain semakin menurun, anak cenderung kehilangan fokusnya saat berkomunikasi dengan temannya karena lebih memberatkan Handphone.” Ungkap Umi.

Setelah sambutan dari Koordinator BK dilanjutkan penyampaian materi dari Dosen UIN Sunan Kalijaga yakni Sudharno Dwi Yuwono, M.Pd. Pertama beliau melakukan brainstorming ke peserta mengenai Peer Counseling agar peserta yakin bisa membantu mengatasi problem temannya. Kemudian, penyampaian materi sekaligus praktek keterampilan dasar konseling. Peserta diajari cara-cara yang tepat untuk merespon dan menanggapi cerita teman, lalu beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menjadi Konselor.(ind/diw)

Artikel yang Direkomendasikan