Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Dalam upaya nyata menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat, Agen Apel (Agen Perubahan Lingkungan) MAN 2 Yogyakarta, Clarissa Syafiya Wibowo XI B, bersama Tim PLH Mandaya, yang terdiri dari Nuning Setyaningsih, M.Pd., dan Sri Purwati, M.Pd., bersinergi, berkoordinasi dan berkolaborasi. Tujuannya adalah mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi siswa dan masyarakat.
Banyak UMKM sektor makanan di sekitar MAN 2 Yogyakarta menghasilkan minyak jelantah yang selama ini belum dikelola secara optimal. Masyarakat sekitar pada Jumat (15/08/2025) diundang di laboratorium IPA untuk diberikan pelatihan pengolahan minyak jelantah.
Minyak goreng yang sudah
digunakan berulang kali ini mengalami perubahan warna, rasa, dan bau, serta
mengandung senyawa berbahaya jika digunakan kembali. Limbah minyak jelantah
yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah, air, dan udara, mengganggu
ekosistem, dan bahkan berpotensi memasuki rantai konsumsi manusia.
Pengelolaan
limbah dilakukan berdasarkan asas tanggung jawab, berkelanjutan, manfaat,
keadilan, kesadaran, kebersamaan, keselamatan, keamanan, dan nilai ekonomi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola
limbah, menumbuhkan kesadaran lingkungan, mengubah limbah menjadi produk
bernilai, dan mendorong kewirausahaan berbasis lingkungan.
Para
siswa dan tim PLH Mandaya menerapkan prinsip 5R: Mengurangi, Gunakan Kembali,
Daur Ulang, Mengganti, dan Memperbaiki. Minyak jelantah yang dikumpulkan dari
rumah tangga, warung makan, dan restoran kemudian diolah melalui beberapa
tahap, yaitu disaring dan dimurnikan untuk non-konsumsi, dijadikan sabun,
diubah menjadi lilin atau pelumas, dan disetor ke Bank Jelantah. Dengan cara
ini, limbah yang sebelumnya berpotensi membahayakan kini menjadi produk
bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Dampak
positif dari pengelolaan ini sangat signifikan. Selain mengurangi pencemaran
lingkungan, kegiatan ini juga melindungi kesehatan masyarakat dari risiko bahan
karsinogenik yang terkandung dalam minyak jelantah. Program ini memberikan
pengalaman belajar nyata bagi siswa dan masyarakat tentang pengelolaan limbah, kewirausahaan,
dan kepedulian lingkungan.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi
atas inisiatif ini. “Kami bangga atas kolaborasi yang dilakukan oleh Agen Apel
dan Tim PLH Mandaya bersama laboran. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi limbah
berbahaya, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, jiwa wirausaha, dan kepedulian
lingkungan. Semoga menjadi contoh bagi masyarakat dan madrasah lain,” ujarnya.
Kolaborasi
ini membuktikan bahwa MAN 2 Yogyakarta tidak hanya unggul dalam akademik,
tetapi juga membentuk generasi emas yang peduli lingkungan, terus bersinergi, berkoordinasi, berkolaborasi dengan masyarakat, inovatif, dan siap
membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat. Minyak jelantah yang sebelumnya
menjadi limbah kini dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai, ramah
lingkungan, dan mendukung ekonomi kreatif. (pusp)
Berikan Komentar