Alfi Rahmi S.Pd Guru Matematika MAN 2 Yogyakarta Bagikan Inspirasi melalui La Tahzan, Jangan Bersedih di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Alfi Rahmi S.Pd Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kegiatan literasi Baca, Balik, Cerita kembali menghadirkan kisah dan inspirasi melalui ulasan buku yang disampaikan oleh Guru di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Selasa (28/07/2026) pukul 15.30 WIB, Alfi Rahmi, S.Pd., Guru Matematika MAN 2 Yogyakarta, membagikan refleksi dan hikmah dari buku La Tahzan: Jangan Bersedih karya Dr. 'Aidh Al-Qarni bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md.

Dengan penuh penghayatan, Alfi Rahmi menceritakan kembali pesan utama buku tersebut tentang bagaimana manusia seharusnya menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, setiap orang pasti akan diuji dengan cara yang berbeda-beda. Ketika diuji dengan kekurangan, manusia harus belajar bersabar, sedangkan ketika diberi kelebihan, manusia harus senantiasa bersyukur.

Alfi juga menyampaikan pentingnya memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan senantiasa mengingat Allah, hati akan menjadi lebih tenang dan seseorang akan memiliki keyakinan bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi.

“Dalam hidup ini kita harus yakin kepada Allah dan selalu berbaik sangka. Semua keinginan baik kita pasti akan dikabulkan oleh Allah, asalkan disertai dengan usaha dan doa,” ungkap Alfi Rahmi dengan penuh keyakinan.

Pesan tersebut menjadi refleksi yang mendalam bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, dengan kesabaran, rasa syukur, ikhtiar, doa, dan prasangka baik kepada Allah, setiap ujian dapat dihadapi dengan hati yang lebih kuat dan tenang.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., mengaku sangat senang dapat mendengarkan ulasan buku yang disampaikan oleh Alfi Rahmi. Baginya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari gerakan literasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan penguatan spiritual dari pengalaman membaca seorang guru.

Nuryanti mengaku terpukau dengan penuturan Alfi Rahmi yang menunjukkan keyakinan kuat kepada Allah dalam menjalani kehidupan.

“Saya sangat senang dan mendapatkan ilmu baru dari review yang disampaikan Bu Alfi. Saya juga terpukau ketika beliau menyampaikan keyakinannya bahwa dalam kehidupan ini Allah pasti menolong hamba-Nya. Keyakinan seperti ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berbaik sangka kepada Allah,” tutur Nuryanti.

Kegiatan literasi Baca, Balik, Cerita bagi guru dinilai sangat positif karena menghadirkan keteladanan nyata dalam budaya membaca di lingkungan madrasah. Ketika guru ikut membaca dan menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya, siswa mendapatkan contoh bahwa membaca bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk menemukan inspirasi, nilai kehidupan, dan penguatan karakter.

Keterlibatan Guru dalam kegiatan literasi juga menjadi pesan bahwa budaya membaca adalah tanggung jawab bersama. Guru tidak hanya mengajak siswa untuk gemar membaca, tetapi juga menunjukkan secara langsung bahwa seorang pendidik pun terus belajar melalui buku dan berbagi pengetahuan kepada orang lain.

Literasi Baca, Balik, Cerita di MAN 2 Yogyakarta menjadi sebuah gerakan sederhana yang menghidupkan kembali perjalanan sebuah buku. Buku yang telah dipinjam tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi dikembalikan ke Perpustakaan dan dilanjutkan dengan berbagi cerita serta mengambil hikmah dari setiap halaman yang telah dibaca.

Melalui gerakan ini, Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi. Sebab, setiap buku memiliki cerita, dan setiap cerita selalu memiliki hikmah yang layak untuk dibagikan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp