Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Menemukan sahabat sejati bukan sekadar tentang mendapatkan seseorang yang selalu hadir ketika dibutuhkan, melainkan tentang ketulusan dalam memberi dan menyayangi karena Allah SWT.. Pesan mendalam tersebut mengemuka dalam kegiatan literasi CALITA (Baca Balik Cerita) yang menghadirkan Alfi Rahmi, S.Pd., guru Matematika MAN 2 Yogyakarta, saat meriview buku Dalam Dekapan Ukhuwah karya Salim A. Fillah. Kegiatan berlangsung pada Kamis (29/10/2026) pukul 15.30 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan Nuryanti A.Md.
Dalam
ulasannya, Alfi Rahmi mengangkat pertanyaan yang kerap muncul dalam kehidupan
sehari-hari, yaitu mengapa menemukan teman sejati terasa begitu sulit.
Menurutnya, membangun persahabatan yang tulus sebenarnya dapat dimulai dari
kesediaan untuk memberi, baik berupa perhatian, materi, tenaga, waktu, maupun
kasih sayang yang dilandasi keikhlasan karena Allah SWT. Persahabatan sejati,
lanjutnya, tidak seharusnya dibangun atas dasar keinginan untuk mendapatkan
sesuatu dari orang lain. Sebaliknya, ketulusan dalam memberi menjadi salah satu
fondasi penting dalam menjalin ukhuwah yang kuat dan bermakna.
Alfi
juga menceritakan kisah persahabatan Salman dan Abu Darda yang sarat dengan
pelajaran tentang pengorbanan dan ketulusan. Dalam kisah tersebut, Salman
menunjukkan kebesaran hati dengan mendahulukan kebahagiaan sahabatnya, bahkan
ketika hal itu berarti mengesampingkan keinginannya sendiri. Kisah ini
menggambarkan bahwa persahabatan yang dilandasi iman tidak berhenti pada kepentingan
pribadi, tetapi tumbuh melalui kasih sayang, keikhlasan, dan kepedulian
terhadap sesama.
Alfi
Rahmi mengatakan, “Sahabat sejati bukanlah seseorang yang kita dekati hanya
karena ingin mendapatkan sesuatu darinya. Persahabatan yang sesungguhnya tumbuh
ketika kita mau memberi dengan ikhlas karena Allah SWT., baik berupa waktu,
perhatian, tenaga, maupun kasih sayang.”
Ulasan
tersebut mengingatkan bahwa persahabatan bukan tentang siapa yang paling banyak
menerima, melainkan siapa yang mampu menjaga ketulusan dalam memberi. Ukhuwah
yang kuat juga tidak berarti harus selalu mengutamakan keinginan sendiri,
tetapi belajar menghargai, mendukung, dan mendoakan kebaikan bagi sahabat.
Sementara
itu, Nuryanti mengaku sangat tersentuh dengan ulasan Alfi Rahmi karena pesan
yang disampaikan mengajak setiap orang untuk kembali memaknai persahabatan
secara lebih mendalam. Baginya, ketulusan dalam menjalin hubungan dengan sesama
merupakan nilai penting yang perlu terus dirawat, terlebih di tengah kehidupan
yang kerap membuat seseorang lebih mudah berharap daripada memberi.
Nuryanti
mengatakan, “Ulasan ini mengingatkan kita bahwa persahabatan yang dilandasi
karena Allah memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kedekatan.
Ada ketulusan, pengorbanan, kepedulian, dan keinginan untuk melihat sahabat
kita bahagia. Semoga kita tidak hanya sibuk mencari sahabat sejati, tetapi juga
terus belajar menjadi sahabat yang baik bagi orang lain.”
Melalui
CALITA di MAN 2 Yogyakarta, kegiatan mengulas buku menjadi ruang berbagi gagasan,
menumbuhkan kecintaan terhadap bacaan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai
kehidupan. CALITA mengusung semangat “Baca Balik Cerita: Cinta Membaca,
Bercerita, dan Menginspirasi Sesama.” Melalui program ini, setiap buku memiliki
kesempatan untuk menghadirkan percakapan bermakna, memperkaya sudut pandang,
serta menumbuhkan karakter positif di lingkungan madrasah. (nur)
Berikan Komentar