Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) MAN 2
Yogyakarta resmi memiliki nakhoda baru untuk periode 2026/2027 setelah Allifia
Zahrinna terpilih sebagai Ketua MPK. Minggu, (30/08/2026), pemilihan
berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan bertempat di
Kaligriya Kaliurang. Bagi Allifia, hasil tersebut bukan sekadar kemenangan
dalam sebuah pemilihan, tetapi juga awal dari sebuah amanah untuk membawa MPK
tumbuh menjadi organisasi yang semakin aspiratif dan berintegritas.
Pemilihan Ketua MPK tahun ini mempertemukan dua kandidat terbaik, yakni
Alfie Nurhidayatulloh dan Allifia Zahrinna, yang sama-sama mendapatkan
kepercayaan dari para perwakilan kelas. Dari total 60 suara sah yang diberikan,
Allifia berhasil meraih 36 suara, sedangkan Alfie memperoleh 24 suara. Hasil
tersebut menunjukkan pilihan warga perwakilan kelas sekaligus menjadi tanggung
jawab baru bagi Allifia untuk mendengarkan, menyerap, dan memperjuangkan
aspirasi siswa selama satu periode kepengurusan.
Perjalanan menuju pemilihan tidak berlangsung secara instan, karena panitia
terlebih dahulu membuka Open Recruitment yang memberikan kesempatan
kepada siswa untuk mengambil bagian dalam proses demokrasi organisasi. Tahapan
kemudian dilanjutkan dengan seleksi dan wawancara mendalam hingga akhirnya
terpilih dua siswa terbaik dari masing-masing kelas sebagai perwakilan yang
memiliki hak untuk menentukan pemimpin MPK. Proses tersebut menjadi
pembelajaran berharga bahwa kepemimpinan tidak hanya lahir dari keberanian
tampil, tetapi juga dari proses seleksi, kepercayaan, dan kesiapan untuk
mengemban tanggung jawab.
Rangkaian pemilihan dikemas dalam kegiatan ”Ghasa” yang tidak hanya menjadi
ruang untuk menentukan ketua baru, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para
pengurus untuk saling mengenal dan menguatkan kebersamaan. Sesi sharing
antarpengurus serta evaluasi kinerja secara objektif menjadi bagian penting
untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menyatukan langkah menuju
kepengurusan berikutnya. Suasana tersebut membuat proses reorganisasi terasa
lebih humanis, karena setiap suara, gagasan, dan pengalaman dipandang sebagai
bagian penting dari perjalanan MPK MAN 2 Yogyakarta.
Terpilihnya Allifia Zahrinna diharapkan menjadi awal dari semangat baru
dalam menghadirkan MPK yang dekat dengan siswa, terbuka terhadap aspirasi, dan
mampu menjadi mitra strategis dalam membangun kehidupan organisasi di madrasah.
Tantangan kepemimpinan ke depan tentu tidak ringan, namun dukungan seluruh
warga madrasah dan semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menjalankan
amanah tersebut. Dari Kaligriya Kaliurang, sebuah estafet kepemimpinan telah
dimulai, membawa harapan agar MPK MAN 2 Yogyakarta semakin mampu menjadi ruang
belajar demokrasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan bagi generasi muda
madrasah.(cio)
Berikan Komentar