Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Program Literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta kembali menghadirkan semangat membaca di kalangan Siswa. Kali ini, Anindya Nalani dari kelas XII B mereview buku Self Aware Leader karya Doni Pramono pada Rabu (15/07/2026) pukul 10.24 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan Nuryanti, A.Md.
Anindya
mengaku merasa lebih tenang setelah membaca buku tersebut. Menurutnya, buku
Self Aware Leader memberikan banyak panduan untuk mengelola berbagai persoalan
yang dihadapi dengan sikap tenang, bijaksana, serta mampu memahami diri sendiri
sebelum mengambil keputusan.
Dalam
pemaparannya, Anindya menjelaskan bahwa isi buku tersebut menekankan pentingnya
kesadaran diri (self awareness) sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan
kehidupan. Pembaca diajak mengenali kelebihan dan kekurangan diri,
mengendalikan emosi, membangun komunikasi yang baik, berpikir positif, serta
menjadikan setiap pengalaman sebagai sarana untuk terus berkembang.
Pelajaran
yang paling berkesan bagi Anindya dari buku tersebut adalah pentingnya menerima
kritik dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran untuk
memperbaiki diri, bukan sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari.
Pustakawan
Nuryanti, A.Md. mengaku senang melihat semakin banyak Siswa yang memilih
buku-buku pengembangan diri sebagai bahan bacaan. Menurutnya, hal tersebut
menunjukkan bahwa siswa tidak hanya membaca untuk menambah pengetahuan, tetapi
juga berusaha membentuk karakter dan meningkatkan kualitas diri.
Nuryanti
mengatakan bahwa kemampuan mengenali diri sendiri merupakan bekal penting bagi
generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan. Melalui kebiasaan
membaca, siswa dapat memperoleh wawasan baru, belajar mengelola emosi, serta
menjadi pribadi yang lebih tangguh, terbuka terhadap masukan, dan siap terus
berkembang.
Program
Literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus menjadi wadah
bagi Siswa untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus melatih kemampuan
memahami, menyampaikan, dan mengimplementasikan nilai-nilai positif dari setiap
buku yang telah dibaca. Dengan demikian, Perpustakaan tidak hanya menjadi
tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan
karakter Siswa. (nur)
Berikan Komentar