Asyik dan Nyaman, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta Jadi Rujukan Tempat KBM Mapel Fiqih

Foto suasana KBM Mapel Fiqih di Perpus

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana belajar yang tenang dan nyaman menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan kegiatan belajar mengajar (KBM). Jum’at (01/08/2025), hal ini menjadi perhatian utama bagi para guru di MAN 2 Yogyakarta dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menjadikan Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta sebagai tempat alternatif pelaksanaan KBM, khususnya untuk mata pelajaran Fiqih.

Dalam beberapa pertemuan terakhir, guru Fiqih MAN 2 Yogyakarta, Siti Nur Suciowati, SHI memanfaatkan area perpustakaan untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Menurutnya, perpustakaan memiliki atmosfer yang mendukung pemahaman mendalam, khususnya pada materi-materi yang menuntut konsentrasi tinggi dan diskusi aktif. "Suasana perpustakaan yang tenang, pencahayaan cukup, serta koleksi literatur yang melimpah sangat membantu proses pembelajaran. Anak-anak juga terlihat lebih fokus dan antusias," tegasnya.

Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta sendiri dikenal sebagai salah satu fasilitas unggulan madrasah yang telah mendapatkan akreditasi A dari Perpustakaan Nasional. Dilengkapi dengan rak buku yang tertata rapi, area baca lesehan dan kursi individual, serta pendingin ruangan, perpustakaan ini menjadi tempat yang ideal tidak hanya untuk membaca, tetapi juga untuk berdiskusi dan berdialog keilmuan. Adanya inovasi digital juga menjadi pemantik minat pembaca dan pemustaka.

Kepala Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Sri Narwanti, S.Pd., M.Pd. menyambut positif kegiatan ini. Ia berharap perpustakaan bisa menjadi pusat kegiatan belajar yang dinamis dan terus berkembang. “Kami sangat terbuka jika ada guru yang ingin menggunakan ruang perpustakaan sebagai tempat KBM. Justru ini bisa menghidupkan fungsi perpustakaan sebagai ruang literasi dan pusat pengetahuan,” ungkapnya.

Kegiatan KBM mata pelajaran Fiqih di perpustakaan ini juga menjadi bagian dari upaya implementasi Madrasah Riset dan Literasi yang menjadi identitas MAN 2 Yogyakarta. Dengan menggencarkan budaya membaca dan diskusi berbasis referensi kitab maupun literatur klasik, peserta didik didorong untuk berpikir kritis dan mendalam dalam memahami hukum-hukum Islam. Dengan semangat tersebut, MAN 2 Yogyakarta terus berupaya menjadikan setiap sudut madrasah sebagai ruang belajar yang inspiratif, tak terkecuali perpustakaan yang kini semakin hidup dengan aktivitas-aktivitas ilmiah.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp