Ayu Nismara Mengungkap Pelajaran tentang Keberanian Mengutarakan Perasaan di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Ayu Nismara Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Keberanian mengungkapkan perasaan menjadi salah satu pelajaran berharga dalam perjalanan hidup. Menyimpan perasaan tanpa mengungkapkannya secara jujur dapat menghadirkan penyesalan, sebagaimana tergambar dalam ulasan novel Rindu yang Baik untuk Kisah yang Pelik karya Boy Candra oleh Ayu Nismara, siswi kelas XII B, dalam kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Selasa (13/10/2026), pukul 15.40 WIB.

Melalui ulasannya, Ayu menceritakan kisah tokoh yang menyesal karena tidak berani mengungkapkan isi hatinya. Sikap tersebut membuat perjalanan perasaannya menyisakan penyesalan, sekaligus menjadi pengingat bahwa kejujuran dalam menyampaikan perasaan merupakan hal penting dalam sebuah hubungan.

Ayu mengaku merasa kesal terhadap tokoh utama karena tidak menyampaikan perasaannya dengan jujur. Baginya, keberanian untuk mengungkapkan isi hati dapat menjadi langkah penting agar seseorang tidak terus dibayangi oleh penyesalan atas sesuatu yang sebenarnya bisa disampaikan sejak awal.

Pengalaman membaca tersebut memberikan pesan moral bahwa seseorang perlu belajar berani menyampaikan perasaan secara jujur dan bijaksana. Meskipun tidak semua perasaan akan berbalas sesuai harapan, keterbukaan dapat membantu seseorang menghadapi kenyataan tanpa terus bertanya-tanya tentang kesempatan yang telah berlalu.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., menyampaikan bahwa kegiatan Calita menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan sekaligus menghubungkan cerita dengan nilai-nilai kehidupan.

“Melalui kegiatan mengulas buku, siswa belajar bahwa setiap cerita memiliki pesan yang dapat direnungkan. Mereka juga berlatih menyampaikan pendapat, mengungkapkan respons terhadap tokoh, serta mengambil pelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ungkap Nuryanti.

Kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mendorong siswa untuk menjadikan membaca sebagai pengalaman yang bermakna. Melalui ulasan buku, siswa tidak hanya mengenal beragam kisah, tetapi juga belajar memahami perasaan, menimbang pilihan, dan mengambil hikmah dari perjalanan tokoh dalam cerita.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., mengaku tersentuh dengan cerita yang disampaikan Ayu. Menurutnya, penyesalan tokoh dalam novel tersebut mengingatkan pembaca bahwa ada kalanya kesempatan untuk mengungkapkan perasaan tidak selalu datang dua kali.

“Saya ikut tersentuh ketika mendengar Ayu menceritakan kisah dalam novel ini. Terkadang, seseorang baru menyadari pentingnya mengungkapkan perasaan setelah kesempatan itu berlalu. Dari cerita ini, kita belajar untuk lebih jujur terhadap perasaan sendiri, berani menyampaikan kebaikan, dan tetap bijaksana dalam menerima apa pun hasilnya,” tutur Nuryanti.

Nuryanti menambahkan bahwa kegiatan Calita menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan sekaligus menghubungkan cerita dengan nilai-nilai kehidupan. Melalui kegiatan mengulas buku, siswa juga berlatih menyampaikan pendapat, mengungkapkan respons terhadap tokoh, serta mengambil pelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mendorong siswa untuk menjadikan membaca sebagai pengalaman yang bermakna. Melalui ulasan buku, siswa tidak hanya mengenal beragam kisah, tetapi juga belajar memahami perasaan, menimbang pilihan, dan mengambil hikmah dari perjalanan tokoh dalam cerita. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp