Baca Balik Cerita: Kisah "Pulang" Tere Liye Membuat Pustakawan Ikut Berdebar

Muhammad Syubban Fatikhuddzakwan dan Zulfikar Kelas XII D Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kegiatan literasi Baca Balik Cerita kembali berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta pada Kamis (16/07/2026) pukul 12.30 WIB. Kali ini, dua sisw kelas XII D, Muhammad Syubban Fatikhuddzakwan dan Zulfikar Nurrizqi Warsito, mereview novel Pulang karya Tere Liye bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Syubban menceritakan isi novel dengan gaya bertutur yang mengalir, lancar, dan sangat menarik. Cara penyampaiannya yang ekspresif membuat Nuryanti terpukau. Sepanjang cerita, Nuryanti mengaku ikut merasakan ketegangan seolah-olah berada di dalam alur cerita karena imajinasi yang dibangun Syubban begitu hidup dan seru. Sementara itu, Zulfikar beberapa kali menyambung alur cerita dengan penuh semangat sehingga diskusi menjadi semakin menarik.

Novel Pulang karya Tere Liye mengisahkan perjalanan hidup Bujang, seorang anak dari pedalaman Sumatra yang kemudian tumbuh menjadi sosok penting dalam keluarga besar yang menguasai dunia bisnis sekaligus dunia gelap. Di tengah berbagai konflik, pengkhianatan, persahabatan, dan pencarian jati diri, Bujang belajar tentang arti kesetiaan, tanggung jawab, serta pentingnya memegang teguh nilai-nilai kehidupan yang diajarkan keluarganya.

Syubban mengaku sangat terkesan dengan pesan yang disampaikan ibu Bujang, yaitu, "Ke mana pun kakimu melangkah, jangan pernah mendekati makanan dan minuman haram." Menurutnya, kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup harus selalu dijaga dalam keadaan apa pun. Hikmah yang Ia peroleh dari novel tersebut adalah selalu ada mentari setelah kegelapan, sehingga seseorang tidak boleh menyerah menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Sementara itu, Zulfikar mengambil pelajaran bahwa setiap orang harus berani berbuat sekaligus berani bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Menurutnya, keberanian sejati bukan hanya saat mengambil tindakan, tetapi juga saat menerima segala konsekuensinya.

Nuryanti, A.Md. menyampaikan apresiasinya kepada kedua siswa yang telah membaca dan memahami isi novel dengan sangat baik. Menurutnya, kemampuan Syubban dalam menyampaikan cerita secara runtut dan ekspresif serta antusiasme Zulfikar dalam berdiskusi menunjukkan bahwa membaca mampu melatih daya ingat, kemampuan berbicara, berpikir kritis, sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik. "Kegiatan Baca Balik Cerita tidak hanya mengukur pemahaman isi buku, tetapi juga menjadi sarana melatih komunikasi, keberanian, dan kecintaan terhadap dunia literasi," ungkapnya.

Melalui program literasi Baca Balik Cerita, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus berkomitmen menumbuhkan budaya membaca yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Program ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman membaca yang lebih bermakna sehingga peserta didik tidak hanya selesai membaca buku, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan membagikan inspirasi kepada orang lain. (Nur)

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp