Baca, Balik, Cerita "Laut Bercerita" di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Pustakawan Mandaya Nuryanti A.Md bersama Wafda Imala sedang mereview buku

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Hening sempat menyelimuti sudut Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta saat Wafda Imala, siswa kelas XI G, membagikan review novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dalam program literasi “Baca, Balik, Cerita”, Selasa,12 Mei 2026.  Bersama Pustakawan Mandaya Nuryanti, A.Md, sesi review yang berlangsung setelah tahfidz pagi pukul 07.15-07.30 WIB itu berubah menjadi momen penuh haru dan refleksi tentang kemanusiaan.

Dengan suara pelan namun penuh penghayatan, Wafda menceritakan kisah Biru Laut, seorang mahasiswa dan aktivis pada tahun 1998 yang harus menghadapi kerasnya kehidupan demi memperjuangkan keadilan. Ia menggambarkan bagaimana rasa takut, kehilangan, dan kerinduan keluarga menjadi luka yang tidak pernah benar-benar sembuh.

Menurut Wafda, novel Laut Bercerita bukan hanya tentang hilangnya seseorang, tetapi tentang keluarga yang ditinggalkan dalam ketidakpastian. Bagian paling menyentuh baginya adalah ketika keluarga Biru Laut terus menunggu kabar dengan harapan yang perlahan berubah menjadi kesedihan panjang.

“Novel ini membuat saya sadar bahwa kebebasan dan suara yang kita miliki hari ini pernah diperjuangkan dengan air mata bahkan nyawa. Yang paling menyakitkan bukan hanya kehilangan, tetapi menunggu seseorang yang mungkin tidak akan pernah kembali,” ungkap wafda saat mereview novel tersebut.

Suasana semakin emosional ketika Ia menjelaskan bagaimana tokoh-tokoh dalam cerita tetap bertahan meskipun dipenuhi rasa takut dan penderitaan. Baginya, novel ini mengajarkan tentang keberanian, cinta keluarga, dan pentingnya menghargai kemanusiaan. Nuryanti, mengaku sangat tersentuh dengan review yang disampaikan Wafda. Ia menilai penyampaian yang penuh emosi membuat isi novel terasa begitu nyata bagi para pendengar.

“Cara Wafda bercerita membuat saya ikut merasakan luka dan kehilangan yang ada dalam novel itu. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana sebuah cerita mampu menyentuh hati dan membuka empati kita terhadap kehidupan,” ujar Nuryanti dengan haru. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp