Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Suasana berbeda tampak di lingkungan sekitar masjid MAN 2 Yogyakarta pada Senin (13/04/2026). Di tengah aktivitas belajar yang berlangsung, puluhan murid tampak antusias mengunjungi bazar dan pameran buku yang digelar di area tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar.
Pameran buku yang diinisiasi oleh Gugun bersama rekan-rekannya tersebut sukses menarik perhatian murid dari berbagai jenjang. Beragam jenis buku, mulai dari literatur keislaman, motivasi, hingga bacaan populer, tertata rapi dan mengundang rasa ingin tahu. Tidak sedikit murid yang berhenti, membuka halaman demi halaman, dan larut dalam bacaan yang disajikan.
Menurut pihak penyelenggara, kegiatan ini tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi. “Yang lebih penting adalah memberikan edukasi kepada murid agar tertarik membaca buku. Dari situlah intelektualitas akan tumbuh,” ungkap salah satu penjual buku saat ditemui di lokasi.
Fenomena menarik terlihat dari interaksi murid dengan buku-buku yang dipamerkan. Meski tidak semuanya melakukan pembelian, hampir setiap murid yang melintas tampak menyempatkan diri untuk membaca. Hal ini menjadi indikator positif bahwa minat baca mulai terbangun secara alami. “Setidaknya mereka membuka dan membaca, itu sudah menjadi langkah awal. Membaca adalah jendela dunia,” ujarnya santai.
Kegiatan literasi ini semakin lengkap dengan hadirnya sesi edukatif di lantai dua masjid. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Gugun El Guyani memberikan arahan serta wawasan mengenai pentingnya literasi di era modern. Ia menekankan bahwa kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam pemaparannya, Dr. Gugun mengajak para murid untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban akademik. Literasi, menurutnya, tidak hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir kritis, dan kepekaan sosial.
Kegiatan bazar dan pameran buku ini menjadi bukti bahwa lingkungan sekolah, khususnya area masjid, dapat difungsikan sebagai pusat pengembangan intelektual sekaligus spiritual. Sinergi antara kegiatan keagamaan dan literasi diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman nilai dan wawasan.
Dengan antusiasme yang tinggi dari para murid, MAN 2 Yogyakarta optimistis bahwa gerakan literasi akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya sekolah. Kegiatan sederhana seperti bazar buku ini pun diharapkan mampu memberi dampak besar dalam membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan. (Soir)
Berikan Komentar