Bekali Guru BK Ciptakan Sekolah Aman, HIMPSI DIY Gelar Workshop Anti Kekerasan Berbasis Perkembangan Murid

Guru BK MAN 2 Yogyakarta / BK Mandaya mengikuti kegiatan Pelatihan dan Workshop "Membangun Ekosistem Sekolah Anti Kekerasan Berbasis Perkembangan Murid"yang diselenggarakan oleh HIMPSI DIY.

Yogyakarta ( MAN 2 Yogyakarta ) – Guru BK MAN 2 Yogyakarta / BK Mandaya mengikuti kegiatan Pelatihan dan Workshop "Membangun Ekosistem Sekolah Anti Kekerasan Berbasis Perkembangan Murid"yang diselenggarakan oleh HIMPSI DIY. Kegiatan berlangsung di Auditorium Sasana Krida Disdikpora DIY pada pukul 08.00 s.d 16.00 WIB, Sabtu, (29/8/2026). Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to XV Kongres HIMPSI dan menghadirkan para ahli di bidang psikologi dan hukum. Tujuannya untuk membekali para pendidik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan responsif terhadap kasus kekerasan.

Dalam pelatihan ini, peserta menerima lima materi utama yaitu Psikologi Perkembangan dalam Perspektif Forensik dan Viktimologi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Endang Ekowarni, Psikolog. Perspektif Psikologi: Karakteristik Remaja, Faktor Risiko dan Dinamika Kekerasan   yang disampaikan oleh Lucia Peppy Novianti, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Peran Guru Dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak di Lingkungan Sekolah Ditinjau dari Aspek Hukum  yang disampaikan oleh Dr. Dra. Dani Krisnawati, S.H, M.Hum, Identifikasi Perilaku Berisiko dan Screening Awal Murid yang disampaikan oleh Fany Eka Nurtjahjo, S.Psi, M.Psi, Psikolog, dan Penyusunan SOP Penanganan Kasus Kekerasan yang disampaikan oleh Dra. Mariani Sutanto, M.Psi, Psikolog.

Kata kunci dari pelatihan tersebut bahwa memahami aspek hukum bukan untuk menjadikan guru sebagai Aparat Penegak Hukum (APH), tetapi agar guru dapat mengambil respon yang tepat karena menurut Ki Hajar Dewantara bahwa " anak - anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu" Melalui pelatihan ini, Guru BK Mandaya diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan kekerasan di sekolah, serta dapat menyusun langkah-langkah penanganan yang tepat dan sesuai regulasi ketika terjadi kasus.(estu)


wa Chat via WhatsApp