Berbalut Gagrak, Berbasis Digital: Kamis Pon Jadi Momentum BK MAN 2 Yogyakarta Memetakan Suara Siswa

Foto pelaksanaan bimbingan BK di ruang Multimedia

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana Kamis Pon di MAN 2 Yogyakarta tampak berbeda dengan balutan busana gagrak Yogyakarta yang dikenakan para murid, guru dan tenaga kependidikan. Kamis (31/07/2026), ditengah nuansa budaya yang kental tersebut, salah satu Guru Bimbingan dan Konseling (BK), M. Feni, S.Psi., menggelar bimbingan bersama seluruh peserta didik kelas XI dalam rangka pelaksanaan asesmen kebutuhan siswa berbasis digital. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan konseling yang lebih responsif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan nyata peserta didik.

Dalam pertemuan tersebut, M. Feni, S.Psi. menyampaikan pentingnya kejujuran dan keterbukaan siswa saat mengisi instrumen asesmen digital. Data yang diperoleh akan menjadi dasar bagi Tim BK dalam menyusun program layanan yang relevan, mulai dari layanan pribadi, sosial, belajar, hingga perencanaan karier. Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu menghadirkan layanan BK yang lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.

Pelaksanaan asesmen dilakukan secara daring menggunakan gawai masing-masing sehingga proses pengisian berlangsung praktis, tertib, dan efisien. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan karena sistem yang digunakan mudah diakses dan memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan kebutuhan serta harapan secara lebih nyaman. Melalui digitalisasi layanan ini, Tim BK juga dapat melakukan pemetaan kebutuhan siswa secara lebih cepat dan akurat sebagai bahan evaluasi serta pengembangan program.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan transformasi layanan pendidikan berbasis teknologi. Balutan busana gagrak pada Kamis Pon menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya, sementara asesmen digital mencerminkan kesiapan madrasah menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Sinergi antara budaya, inovasi, dan pelayanan ini diharapkan semakin memperkuat peran Bimbingan dan Konseling dalam mendampingi peserta didik menuju pribadi yang berkarakter, mandiri, dan berprestasi.(fen)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp