Bergerak dan Sigap: 36 Siswa MAN 2 Yogyakarta Ditempa Hadapi Situasi Darurat

Foto Kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama dan Kebencanaan

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Sebanyak 36 siswa MAN 2 Yogyakarta mengikuti kegiatan pelatihan pertolongan pertama dan kebencanaan sebagai bekal menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selasa (18/08/2026), kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 ini menghadirkan pemateri dari PMI Kota Yogyakarta dan BPBD Kota Yogyakarta dengan materi yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan serta tindakan cepat. Sejak awal kegiatan, para siswa diajak memahami bahwa dalam kondisi darurat, ketenangan dan keberanian mengambil tindakan dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan orang lain.

Suasana pelatihan tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif. Mereka diperkenalkan pada berbagai langkah pertolongan pertama, cara menghadapi kondisi kebencanaan, hingga pentingnya mengenali risiko di sekitar lingkungan. Bagi para siswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar bahwa menjadi sigap bukan sekadar mengetahui teori, tetapi juga mampu bertindak tepat ketika keadaan benar-benar membutuhkan.

Di tengah pelatihan, semangat dan rasa ingin tahu siswa terlihat ketika mereka mengikuti arahan para pemateri. Setiap penjelasan menjadi bekal baru bagi mereka untuk lebih percaya diri menghadapi kemungkinan keadaan darurat, baik ketika berada di sekolah, rumah, maupun ruang publik. Keterampilan sederhana yang dipelajari hari itu diharapkan dapat membentuk kepedulian dan keberanian siswa untuk tidak tinggal diam ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya MAN 2 Yogyakarta membangun budaya sekolah yang aman, peduli, dan tanggap terhadap berbagai risiko. Pembekalan pertolongan pertama dan kebencanaan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama. Dengan bekal tersebut, 36 siswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang bergerak cepat, berpikir tenang, dan sigap ketika berhadapan dengan situasi yang tidak terduga.

Pada akhirnya, pelatihan tersebut meninggalkan pesan sederhana namun bermakna bagi para siswa: keselamatan sering kali dimulai dari kepedulian seseorang untuk bertindak. Pengetahuan tentang pertolongan pertama dan kebencanaan menjadi semakin berarti ketika dipraktikkan dengan keberanian, ketenangan, dan rasa tanggung jawab. Dari ruang pelatihan itu, 36 siswa MAN 2 Yogyakarta membawa pulang bukan hanya pengetahuan baru, tetapi juga kesiapan untuk menjadi bagian dari solusi ketika keadaan darurat terjadi.(har)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp