Bukan Sekadar Cek Kesehatan: Gerakan CKG Hadirkan Budaya Deteksi Dini di MAN 2 Yogyakarta

Foto Sosialisasi Skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan madrasah terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG) Program Sehat Indonesiaku yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 MAN 2 Yogyakarta. Selasa (28/7/2026), kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas, yaitu Nani Indah Pinasti, S.Tr.Kes. dan Retno Fatmawati, A.Md.Kes. Sebanyak 48 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kelas, masing-masing dua siswa, mengikuti sosialisasi dengan antusias sebagai duta kesehatan di lingkungan madrasah.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya skrining kesehatan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas belajar peserta didik. Siswa juga memperoleh pemahaman mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala, pola hidup sehat, serta pentingnya menjaga kebugaran sejak usia remaja. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif karena peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait kesehatan remaja dan penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pembina UKS MAN 2 Yogyakarta, Nur Harsih Setyowati, S.Pd., M.Pd., yang mendampingi langsung jalannya kegiatan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pihak madrasah dan Puskesmas dalam menyukseskan program tersebut. ”Program Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah konkret dalam mendukung gerakan nasional Sehat Indonesiaku sekaligus membangun kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Madrasah berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman-teman di kelas masing-masing,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Edukasi kesehatan yang diberikan tidak hanya meningkatkan wawasan siswa, tetapi juga memperkuat budaya preventif melalui deteksi dini dan kebiasaan hidup sehat. Kolaborasi antara madrasah dan Puskesmas diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang unggul, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(har)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp