CETAK MUSLIMAH BERKARAKTER UNGGUL, KEPUTRIAN MAN 2 YOGYAKARTA GELAR BEDAH AYAT 36 AL QUR’AN SURAH AN-NISA

Kegiatan Kajian Keputrian MAN 2 Yogyakarta

Dalam upaya membina karakter dan akhlaq karimah para murid, MAN 2 Yogyakarta kembali menggelar kajian keputrian yang berlangsung khidmat pada Jum’at, (18/9/2026). Berlokasi di ruang lesehan perpustakaan, kegiatan kali ini mengangkat topik "Membangun Karakter Santun: Berbuat Baik kepada Orang Tua, Tetangga, dan Kerabat" merujuk pada tuntunan Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 36. Program yang diikuti oleh murid muslimah ini dirancang sebagai wadah pembinaan karakter (character building) agar para murid mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dan kesantunan sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Sesi materi utama diisi oleh Siti Imroatus Sholichah, guru Bahasa Arab MAN 2 Yogyakarta. Setelah mengajak para murid membaca dan menerjemah bersama, dalam pemaparannya, ia menjelaskan isi kandungan Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 36 yang memerintahkan umat Islam untuk menyembah Allah SWT tanpa mempersekutukan-Nya, sekaligus berbuat baik (ihsan) kepada orang tua, kerabat dan tetangga. Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter generasi muda harus dimulai dari fondasi paling dasar, yaitu penghormatan di dalam rumah dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. "Al-Qur'an mengajarkan urutan berbuat baik yang sangat jelas. Setelah perintah bertauhid, Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua orang tua, kerabat dekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, hingga tetangga, baik tetangga dekat maupun jauh," tuturnya.

Dalam kajian interaktif ini, pemateri mengajak murid untuk secara aktif memberikan contoh pelaksanaan tiga pilar utama penerapan akhlak yang diteladani dari Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 36, yang dirangkum sebagai berikut: Bakti kepada orang tua (Birrul Walidain): dengan menjaga tutur kata, mendengarkan nasihat, serta membantu tugas rumah tangga sebagai bentuk penghormatan tertinggi di keluarga. Berbuat baik pada kerabat: dengan mempererat tali silaturahmi dan saling membantu antaranggota keluarga besar. Empati kepada tetangga: dengan menjaga kesopanan, tidak mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, serta bersikap peduli kepada tetangga terdekat.

Sesi keputrian tidak hanya diisi dengan penyampaian teori, tetapi juga diskusi kelompok di mana para murid diajak merancang aksi nyata (action plan) sederhana yang bisa langsung diterapkan sepulang sekolah. Koordinator Keputrian MAN 2 Yogyakarta, Mei Munawaroh Lestari, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa dampak positif pada perubahan perilaku siswa sehari-hari. "Karakter yang kuat tidak terbentuk secara instan. Melalui bedah QS An-Nisa ayat 36 ini, kami ingin para murid paham bahwa menjadi muslimah yang baik bukan hanya rajin beribadah ritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan adab yang luhur kepada orang tua serta tetangga," ungkapnya. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh peserta untuk mempraktikkan senyum, sapa, dan salam baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal masing-masing.(iim)

 


wa Chat via WhatsApp