Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Ruang kelas MAN 2 Yogyakarta menjadi tempat
bagi mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris untuk menguji ilmu yang selama ini dipelajari di
bangku kuliah. Kamis (06/08/2026), kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan
kewajiban akademik, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengenal denyut
kehidupan seorang guru secara lebih dekat. Melalui praktik mengajar, para
mahasiswa belajar bahwa menjadi pendidik bukan hanya tentang menyampaikan materi,
melainkan juga tentang menghadirkan perhatian, kesabaran, dan komunikasi yang
mampu menyentuh peserta didik.
Dalam pelaksanaan PLP, mahasiswa mendapatkan kesempatan merancang sekaligus
melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris secara langsung di kelas dengan
pendampingan guru pamong. Mereka mencoba menerjemahkan teori pembelajaran yang
diperoleh selama perkuliahan menjadi aktivitas yang lebih hidup, interaktif,
dan sesuai dengan karakter peserta didik. Dari persiapan materi hingga
menghadapi beragam respons murid, setiap proses menjadi pengalaman berharga
untuk membangun kepercayaan diri sebagai calon guru.
Tidak semua proses berjalan sempurna, dan justru dari situlah pengalaman
mengajar terasa semakin bermakna bagi para mahasiswa. Mereka belajar mengelola
kelas, membaca situasi, memilih pendekatan pembelajaran, serta menemukan cara
berkomunikasi yang membuat peserta didik merasa nyaman untuk bertanya dan
berpendapat. Bimbingan guru pamong menjadi bagian penting dalam proses tersebut
karena mahasiswa tidak hanya mendapatkan arahan teknis, tetapi juga belajar
tentang keteladanan, ketegasan, dan sentuhan manusiawi yang dibutuhkan seorang
guru.
Bagi mahasiswa PLP, ruang kelas di MAN 2 Yogyakarta menjadi laboratorium
nyata untuk mengenal profesi guru dengan segala tantangan dan kehangatannya.
Interaksi bersama peserta didik memberikan pelajaran bahwa setiap murid
memiliki karakter, kemampuan, dan cara belajar yang berbeda sehingga
membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama. Pengalaman tersebut perlahan
membentuk pemahaman bahwa mengajar adalah proses dua arah, ketika guru
memberikan ilmu sekaligus terus belajar dari peserta didiknya.
Kehadiran mahasiswa PLP juga menjadi warna tersendiri bagi pembelajaran
Bahasa Inggris di MAN 2 Yogyakarta dengan hadirnya gagasan, energi, dan
pendekatan baru di ruang kelas. Sinergi antara mahasiswa, guru pamong, dan
peserta didik diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih
inovatif, komunikatif, dan menyenangkan. Lebih dari sekadar praktik lapangan,
PLP menjadi jembatan yang mempertemukan teori dengan kenyataan sekaligus
menumbuhkan calon-calon guru yang siap mengajar dengan kompetensi dan hati.(roy)
Berikan Komentar