Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) —
Tayangan berkualitas tidak hanya lahir dari kecanggihan teknologi, tetapi juga
dari tangan-tangan terampil yang mampu mengoperasikannya. Memahami pentingnya
perpaduan antara kualitas perangkat dan kompetensi sumber daya manusia, MAN 2
Yogyakarta terus mendorong murid untuk mengembangkan keterampilan praktis yang
relevan dengan dunia industri kreatif.
Semangat
tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan tiga murid kelas XII B, yakni Raan
Abad, Ahmad Arlis, dan Fawwaza Danish, dalam workshop bertajuk “Pengenalan
Kamera dan Lensa Cinema Canon & Hands on Camera” yang diselenggarakan
oleh Jogja Film Academy (JFA) bekerja sama dengan PT Duta Sukses Indonesia
(DSI) dan BSM, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus Jogja
Film Academy, Yogyakarta, tersebut turut didampingi guru sekaligus Kepala
Laboratorium Bahasa MAN 2 Yogyakarta, Diah Wijiastuti, S.S.
Workshop
menghadirkan Deddy Supriyadi, seorang profesional digital video, yang
membagikan berbagai pengetahuan, tips, dan trik dalam mengoperasikan kamera
serta mengenali karakteristik lensa cinema. Peserta tidak hanya memperoleh
wawasan teknis, tetapi juga semakin memahami pentingnya ketepatan pengambilan
gambar dalam menghasilkan sebuah tayangan yang menarik dan berkualitas. Antusiasme
peserta semakin terasa ketika mereka mendapatkan kesempatan melakukan hands
on camera, mencoba secara langsung perangkat yang diperkenalkan dalam
workshop. Para peserta juga diajak memindai barcode untuk menikmati tayangan VR
Production, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan
memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi dalam industri perfilman
dan produksi digital.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diharapkan mampu memperkaya pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan murid dalam pengoperasian kamera untuk berbagai kebutuhan, khususnya produksi konten dan broadcasting. Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan murid dalam kegiatan tersebut. “Murid perlu diberi ruang untuk mengembangkan keterampilan sesuai minat dan potensinya. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendukung pendidikan maupun karier mereka di masa depan,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya membekali murid dengan pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan nyata yang selaras dengan perkembangan teknologi dan industri kreatif. Sebab, dari sebuah kamera, bukan sekadar gambar yang dihasilkan, melainkan cerita, kreativitas, dan peluang masa depan yang dapat dibangun. (diw)