Dari Membaca Menjadi Inspirasi, CALITA MAN 2 Yogyakarta Pikat Perencana Kemenag Jakarta

Kunjungan Biro Perencanaan Kemenag Jakarta ke Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

CALITA (Baca Balik Cerita) MAN 2 Yogyakarta Pikat Perhatian Perencana Kemenag Jakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — MAN 2 Yogyakarta menerima kunjungan rombongan dari Biro Perencanaan Kementerian Agama Jakarta, pada Rabu (21/10/2026) pukul 11.30 WIB. Rombongan diterima oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala Tata Usaha, Susana Widyawati S.Pd M.Pd

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyambangi Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Viki Ni’mah Muzayyadah, S.Sos bagian perencana yang bertugas mengawal Program Pengembangan Desain Besar Perpustakaan Sekolah dan Madrasah, mengaku sangat tertarik dengan CALITA di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut Viki Ni’mah Muzayyadah, S.Sos menyempatkan berbincang dengan Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A.Md., mengenai inovasi literasi CALITA (Baca Balik Cerita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta.

CALITA mengajak siswa meminjam, membaca, mengembalikan buku, kemudian menceritakan isi dan pesan bacaannya kepada Pustakawan. Siswa juga mengirimkan ulasan melalui Google Form. Cerita yang diceritakan pada Pustakawan diolah menjadi berita literasi di website madrasah. Sebagai bentuk apresiasi, pengulas teraktif berkesempatan memperoleh sertifikat penghargaan, uang tunai Rp25.000, dan PIN Duta Perpustakaan.

Viki Ni’mah Muzayyadah, S.Sos tercatat sebagai alumni UIN Jakarta tahun 2014. Wanita cantik dan lembut yang gemar membaca dan menonton film ini turut mengulas novel Angsa dan Kelelawar karya Keigo Higashino. Menurutnya, novel tersebut mengajarkan pentingnya tidak mudah menghakimi orang lain karena setiap orang mungkin memiliki alasan tersendiri di balik tindakannya.

“Setelah membaca novel ini, saya belajar untuk tidak mudah menghakimi orang lain. Kita tidak selalu mengetahui alasan di balik tindakan seseorang. Bisa jadi, ada hal-hal yang tidak kita pahami sehingga penting untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda,” ungkap Viki.


Nuryanti mengaku takjub dengan ulasan Viki yang menghadirkan perspektif mendalam tentang makna membaca.

“Membaca bukan sekadar memahami cerita, tetapi juga belajar memahami manusia. Dari buku, kita belajar melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan menumbuhkan empati,” ungkap Nuryanti.

Viki berharap CALITA dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan madrasah di seluruh Indonesia. Program ini dinilainya mampu menjadikan kegiatan membaca lebih bermakna karena pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berbagi pengalaman dan nilai kehidupan.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa inovasi literasi seperti CALITA menjadi salah satu upaya menumbuhkan budaya membaca sekaligus mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan menyampaikan gagasan.

“Kami mendukung inovasi program literasi yang mampu menumbuhkan minat baca sekaligus membangun karakter peserta didik. Melalui CALITA, kami berharap siswa tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai positif dari buku dan membagikan inspirasi kepada orang lain,” ungkap Hartiningsih S.Pd M.Pd

Melalui CALITA, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus berupaya menghadirkan budaya literasi yang menghidupkan cerita, menumbuhkan empati, dan menginspirasi sesama.

Sebab, buku yang telah selesai dibaca dapat terus hidup melalui cerita dan makna yang dibagikan kepada orang lain. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp