Dari Seporsi Mi Ayam, Ale Menemukan Arti Hidup: Clarissa Syafiya Wibowo Berbagi Makna dalam Calita MAN 2 Yogyakarta

Clarissa Syafiya Wibowo Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Terkadang, pelajaran hidup yang paling berharga justru hadir melalui pertemuan sederhana dan pengalaman yang tak pernah kita duga. Pesan inilah yang mengemuka dalam review buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna oleh Clarissa Syafiya Wibowo, siswi kelas XII B, di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Senin (12/10/2026), pukul 09.15 WIB.

Bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., Clarissa menceritakan perjalanan hidup Ale, tokoh yang merasa lelah menghadapi kehidupan hingga ingin mengakhiri hidupnya. Di tengah pergulatan batin dan keputusasaan yang dialami, Ale justru menemukan berbagai pengalaman yang membuatnya memandang kehidupan dari sudut pandang berbeda. Perjalanan tersebut perlahan membawanya pada pelajaran berharga tentang arti bertahan dan menemukan kembali semangat untuk menjalani hidup.

Bagi Clarissa, kisah Ale menghadirkan emosi yang beragam. Kesedihan, kekesalan, hingga keharuan bercampur selama membaca, terutama ketika mengikuti pergulatan tokoh dalam menghadapi persoalan hidupnya.

Clarissa mengatakan, “Buku ini membuat saya merasakan banyak emosi. Saya sedih melihat perjuangan Ale, tetapi juga belajar bahwa ketika hidup terasa berat, masih ada kesempatan untuk menemukan makna dan alasan untuk terus melangkah.”

Nuryanti A. Md. mengaku sangat tersentuh dengan cerita yang disampaikan Clarissa

 “Kisah Ale mengajarkan kita untuk lebih menghargai kehidupan dan tidak mudah menghakimi perjuangan orang lain. Terkadang, perhatian sederhana dan kesempatan untuk bercerita dapat menjadi hal yang berarti bagi seseorang yang sedang menghadapi masa sulit. Kita perlu belajar lebih peduli kepada diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita,” tutur Nuryanti.

Melalui review ini, Clarissa mengajak pembaca untuk melihat kehidupan dengan lebih luas. Tidak semua persoalan harus selesai dalam satu waktu, dan tidak setiap kesulitan berarti akhir dari segalanya. Ada pengalaman, pertemuan, dan hal-hal sederhana yang dapat membantu seseorang menemukan kembali harapan.

Program Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta menjadi ruang bagi siswa untuk membagikan pengalaman membaca sekaligus menggali nilai-nilai kehidupan dari karya sastra. Melalui kegiatan ini, buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga jembatan untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan penghargaan terhadap kehidupan.

Sebab, terkadang sebuah cerita sederhana mampu mengingatkan kita pada sesuatu yang sangat berharga: bahwa hidup layak dijalani, dan setiap orang pantas mendapatkan kesempatan untuk menemukan harapan kembali. (nur)


wa Chat via WhatsApp