DARLING LESTARI, Inovasi Pelayanan Publik MAN 2 Yogyakarta Siap Berkompetisi Dalam KIPP Tahun 2025

Foto Bapak Kepala MAN 2 Yogyakarta didepan Bank APeL MANDAYA

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta)  – Dalam rangka menunjukkan komitmennya dalam bidang inovasi dan keberlanjutan lingkungan, MAN 2 Yogyakarta mengokohkan progam inovasi layanan publik bertajuk DARLING LESTARI (Sadar Lingkungan Pada Limbah Ekonomis Solusi Tepat Alternatif Ramah Iklim). Selasa (27/05/2025), inovasi ini akan menjadi andalan MAN 2 Yogyakarta dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2025. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

DARLING LESTARI merupakan program berbasis aksi nyata yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan pelestarian lingkungan hidup dan adaptasi perubahan iklim. Inovasi DARLING LESTARI bertujuan sebagai edukasi, membentuk karakter peduli lingkungan dan tanggap isu perubahan iklim. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan seluruh warga madrasah dan berkolaborasi dengan warga masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih yang berkelanjutan di lingkungan madrasah dan sekitarnya.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Singgih Sampurno, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa DARLING LESTARI tidak hanya menanamkan karakter kesadaran lingkungan kepada peserta didik, tetapi juga dapat mengelola berbagai produk bernilai guna dari limbah yang diolah secara inovatif. “Program ini mencerminkan semangat inovasi sesuai dengan asta cita harmoni lingkungan, budaya dan toleransi yang terintegrasi kedalam kegiatan kokurikuler PLH dan P5RA. Kami yakin DARLING LESTARI bisa bersaing di KIPP 2025 dan menjadi inspirasi nasional,” ujarnya.

Dengan SDM pelaksana yang solid sebagai tim inovator, pelaksanaan kegiatan ini dibantu oleh bank sampah ApeL MANDAYA. Tim pelaksana inilah yang akan mengelola dan membeli sampah pilah dan minyak jelantah dari warga madrasah dan warga masyarakat. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata tidak hanya di lingkungan madrasah. Tetapi juga menjangkau masyarakat luas sebagai bentuk kontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Partisipasi dalam KIPP 2025 menjadi momentum penting bagi MAN 2 Yogyakarta untuk membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi motor penggerak perubahan positif melalui inovasi pelayanan publik yang berbasis nilai, edukatif, dan berkelanjutan.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp