Sarasehan Alumni MAN 2 Yogyakarta Dimotori Dosen Filsafat UGM

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Alumni MAN 2 Yogyakarta gelar sarasehan, Jumat (31/08/2024) di Ayaartta Hotel. Hadir 50 alumni dari berbagai angkatan mulai 80 an sampai lulusan 2021, yang bertebaran di seantero nusantara. Sarasehan alumni dimotori Dr. Mustofa Ansori Lidinillah, M.Hum dosen Filsafat UGM. Banyak alumni berprofesi dosen, pengusaha, DPRD, TNI, Kepolisian, Pendiri dan Pengasuh Ponpes, dan berbagai profesi lain.



Kepala MAN 2 Yogyakarta Singgih Sampurno, S.Pd, M.A sampaikan apresiasi tinggi, terima kasih, dan bersyukur, ”saya sangat terharu dan bangga dengan perhelatan sarasehan yang digagas alumni yang sekarang banyak menjadi tokoh. Alumni yang membahagiakan dan membanggakan bagi MAN 2 Yogyakarta. Kami mohon dukungan, restu dan doa agar dapat melaksanakan dengan baik seluruh program dan kegiatan sesuai mandatori Kemenag RI. MAN 2 Yogyakarta memiliki multi tipologi, akademik konsentrasi sains dan soshum, riset, Kelas Khusus Olah Raga, Broadcasting, Film, dan Multimedia, Tahfidz/Boarding.”



“Terima kasih yang dalam atas dukungan dan bantuan dari alumni sehingga siswa dapat magang selama 3 bulan di PT Qword Company Internasional. siswa belajar dan mendapatkan pengalaman bermakna tentang teknologi informasi layanan web hosting management, cloud and data center solutions, domain name, dan layanan data digital lainnya. Selamat dan sukses seluruh rangkaian acara sesuai tema, "Lanjutkan Warisan , Meneguhkan Komitmen Berkontribusi untuk Kemajuan Mandaya” tutur Singgih Sampurno lebih lanjut.

Singgih Sampurno berharap terus mendapatkan dukungan, restu, doa untuk berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. MAN 2 Yogyakarta terus dapat mempertahankan bahkan meningkatkan 314 prestasi dalam kurun waktu Januari s.d Agustus 2024.



Dengan filosofisnya, Mustofa Ansori Lidinillah merengkuh dan mengajak audiensnya untuk mengimplementasikan makna dari alumni dan alamamater yang sesungguhnya.

“Almamater  adalah frasa kiasan dari bahasa Latin yang digunakan untuk menyebut sekolah, tempat seseorang pernah menuntut ilmu. Frasa ini kerap diterjemahkan menjadi "ibu menyusui", ibu yang memelihara", atau "ibu yang mengasuh", menyiratkan bahwa sekolah mengasupi akal budi pelajar dengan ilmu pengetahuan, ibarat seorang ibu menyusui bayinya. Segala karakter dibangun lewat proses menyusui. Berbagai macam nilai positif yang diturunkan kepada anak. Alumni adalah siswa yang telah lulus dari tempat menimba ilmu. Sebagai alumni, anak berbakti, untuk mendapatkan surga yang keberadaannya dibawah telapak kaki ibu,” terang Mustofa Ansori.


Hal mendasar yang ditegaskan Mustofa Ansori, “bagaimana alumni memberikan pengabdiaanya kepada almamater. Sarasehan adalah forum dialog, “omon-omon,” menyususn strategi agar dapat mengabdi, berbakti kepada almamater dengan cara-cara yang baik. Bertukar ide, gagasan, alumni solid untuk melakukan pengadian kepada almamater, dengan tantangan berat, dan fasilitas yang semakin berkurang.”


“Dulu pendidikan berbasis esensialisme, mengutamakan bagaimana menanamkan nilai dengan peran guru yang dominan, yang relatif tidak memerlukan dana yang banyak. Sekarang bakat anak didik dikembangkan guru yang fungsinya sebagai fasilitator. Dibutuhkan banyak fasilitas dengan konsekuensinya banyak membutuhkan dana. Pendidikan itu membebaskan, muncul Kurmer, bebas mengasah, progresivitas dan membutuhkan beaya. Education process of development,” Mustofa mengajak untuk memahami kemerdekaan dalam pembelajaran.

Dikmad Kanwil Kemenag DIY Ketua Tim Kurikulum dan Kesiswaan Hj. Anita Isdarmini, S.Pd, M.Hum sebagai narasumber tekankan, “bahwasanya pembelajaran pendidikan madrasah berat. Harus memiliki strategi yang dapat menghasilkan out come yang berkarakter tapi pinter, pinter dan berkarakter, sebagai tuntutan implementasi Kurikulum Merdeka. Saat ini, posisi madrasah sama dengan sekolah. Madrasah."


“Pendidikan Tanggung jawab bersama termasuk alumni. Wilayah unggul berpotensi. Soliditas alumni diharapkan kontribusinya. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hidup dan menghidupkan Mandaya yang mengalami progres menempatkan diri sebagai madrasah yang melayani bak super market, melayani keberagaman minat, bakat, dan kompetensi. Diharapkan peran alumni ikut membesarkan almamater,” tandas Anita Isdarmini lebih lanjut.


Hadir para dosen Filsafat UGM, Dr. Arif A, dosen muda Rifaat, Pendiri dan pengasuh posnpes mengemukakan gagasan dan idenya. Closing steatment dipandu Waka Kesiswaan mengakhiri sarasehan. (pusp)



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp