Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana pagi di MAN 2 Yogyakarta berjalan
tertib dan penuh semangat berkat peran guru piket yang sigap menjalankan
berbagai layanan pendidikan. Rabu (05/08/2026), sejak awal kegiatan belajar
mengajar (KBM), guru piket melayani pengumpulan telepon genggam yang diserahkan
oleh perwakilan siswa dari masing-masing kelas sebagai bagian dari pembiasaan
positif madrasah. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar
yang lebih fokus, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.
Selain mengelola pengumpulan telepon genggam, guru piket juga memberikan
layanan kepada siswa yang mengajukan izin tidak mengikuti KBM karena berbagai
keperluan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pendekatan yang ramah dan
humanis, setiap permohonan izin dilayani secara profesional sesuai prosedur
yang berlaku. Pelayanan tersebut menjadi bentuk perhatian madrasah dalam
menjaga keseimbangan antara kedisiplinan dan kepedulian terhadap kebutuhan
siswa.
Di ruang piket, aktivitas pemantauan pembelajaran berlangsung secara
berkelanjutan melalui sistem CCTV yang terpasang di berbagai ruang kelas. Guru
piket melakukan pengecekan untuk memastikan KBM berjalan sesuai jadwal serta
mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang memerlukan tindak lanjut cepat.
Kehadiran teknologi ini membantu madrasah menjaga kualitas layanan pendidikan
sekaligus memperkuat budaya disiplin di lingkungan sekolah.
Ketika terdapat guru yang berhalangan hadir, guru piket segera
mendistribusikan tugas dan informasi pembelajaran kepada kelas yang
bersangkutan agar proses belajar tetap berlangsung. Respons cepat tersebut
memastikan tidak ada waktu belajar yang terbuang dan siswa tetap memperoleh
layanan pendidikan secara optimal. Peran ini menjadi salah satu wujud komitmen
MAN 2 Yogyakarta dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran yang efektif dan
terarah.
Menariknya, pelaksanaan tugas guru piket juga mendapat dukungan dari
mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Universitas PGRI Yogyakarta yang
saat ini bertugas di madrasah. Kehadiran mahasiswa PPL di ruang piket
memberikan pengalaman nyata mengenai manajemen layanan pendidikan, kedisiplinan
sekolah, dan pelayanan publik di lingkungan madrasah. Kolaborasi ini tidak
hanya membantu kelancaran tugas guru piket, tetapi juga menjadi sarana
pembelajaran berharga bagi calon pendidik untuk memahami praktik pelayanan
prima yang humanis dan profesional di MAN 2 Yogyakarta.(cio)
Berikan Komentar